Tahun 2016, Kasus Cabul Duduki Peringkat Kedua, Waspadalah!!!

 

TANJUNG REDEB – Kasus pencabulan yang ditangani Polres Berau berada diurutan kedua setelah kasus Pencurian Berat (Curat). Pencabutan sendiri tercatat sebanyak 25 laporan di Tahun 2016 ini. Dari seluruh laporan yang ada, sudah 18 yang terselesaikan sedangkan 7 diantaranya masih dikembangkan oleh polisi.

Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa melalui Kaur Bin Ops, Ipda Suwarno mengatakan, kasus pencabutan sendiri naik 1 kasus dibandingkan tahun 2015 yang hanya 24 laporan dan 23 laporkan terselesaikan.

"Data terebut sudah termasuk yang ditangani oleh polsek-polsek. Polres sendiri ada 7 laporan dan 5 sudah selesai, selebihnya ditangani Polsek seperi Teluk Bayur, Talisayan, dan Biduk-Biduk," ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Jumat (23/12/2016).

Dikatakannya, belum selesainya beberapa laporan yang ada dikarenakan para pelaku yang kabur ke luar daerah maupun penyelesaian kasus secara kekeluargaan, namun tidak diinformasikan kembali kepada pihak kepolisian.

"Beberapa laporan yang ada itu juga ada yang sudah diselesaikan oleh keluarga, tapi kita tidak diinformasikan, jadi laporannya itu masih ada," katanya.

Suwarno menambahkan, korban pencabulan sendiri rata-rata berumur 14 tahun ke atas. Ada juga korban yang berumur 12 tahun, namun para korban kebanyakan yang berstatus pelajar SMP atau SMA.

"Kalau umur rata-rata 14 tahun ke atas, ada juga yang 12 tahun. Kalau masalah korbannya kebanyakan masih berstatus pelajar SMP," tambahnya.

Kasus yang ada ini juga dibagi menjadi dua, baik pencabutan maupun perlindungan anak. Dikatakan cabul, jika pelakunya dewasa, sedangkan jika pelakunya masih di bawah umur, itu disebut perlindungan anak.

"Kalau data kita tahun ini itu digabung antara cabul dan perlindungan anak, tapi kalau tahun kemarin dipisah antara cabul dan perlindungan anak itu," pungkasnya.(Dedy Warseto)