Laka Lantas Akibat Jalan Rusak, Korban Bisa Gugat Pemerintah

 

TANJUNG REDEB – Longsornya jalan poros Berau-Samarinda dan Berau-Bulungan selain membuat arus tranportasi terganggu, juga membuat pengendara resah akibat dihantui jalan longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Apa lagi bila terjadi kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas), pasti ada kerugian materi seperti biaya perbaikan kendaraan karena mungkin ada bagian kendaraan yang rusak dan boros Bahan Bakar Minyak (BBM), bahkan tidak jarang korban luka.

Namun kini pengguna jalan bisa menggugat pemerintah selaku penyelenggara sarana dan prasarana jalan, bila terjadi Laka Lantas akibat kerusakkan jalan atau infrastruktur jalan raya yang buruk dan tak kunjung diperbaiki. Hal itu telah diamanatkan dalam ketentuan Pasal 273 Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dimana, setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp12 juta.

Ini berita menarik bagi pengguna jalan. Sebab selama ini sepertinya pengguna jalan tidak pernah sadar dan bahkan mungkin tidak pernah tahu tentang hal ini. Selama ini pengguna jalan hanya menjalankan kewajibannya dan tidak tahu haknya sebagai pengguna jalan. Padahal mereka juga berhak mendapatkan fasilitas yang layak dari pemerintah dan pemerintah daerah.

Bahkan, pemerintah pun sepertinya tidak pernah jalankan kewajibannnya, dalam hal ini mengganti rugi para pengguna jalan yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.

 

"Kalau sampai ada kecelakaan lalu lintas akibat dari kondisi jalan yang rusak atau tidak ada rambu peringatan, hati-hati loh, jangan salah sangka, korban bisa menuntut pihak yang terkait misalnya saja PU atau Dishub, dan itu sudah diatur di Pasal 273 Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," tutur Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Berau, AKP Wisnu Dian Ristanto SIK saat berbincang dengan awak media, Kamis (15/12/2016).

BACA JUGA : Hindari Lubang, Truk Hantam Motor Dinas

Dikatakannya, pihaknya bersama instansi terkait berencana melakukan peninjauan lapangan bersama sejumlah pihak terkait, Jumat (15/12/2016) besok. Peninjauan lapangam tersebut dilakukan guna mendata jumlah titik rawan longsor yang ada di sepanjang jalan menuju Samarinda serta jalan menuju Kaltara.

"Besok, kami berencana mengajak dinas terkait untuk melakukan pemasangan rambu dilokasi titik rawan longsor di sepanjang jalan itu," katanya.

Dengan dilakukanya pendataan serta pemasangan rambu imbauan di setiap titik rawan longsor, diharapkan akan mencegah terjadimya kecelakaan lalu lintas yang tentunya mengancam pengendara yang melintas, terlebih di sepanjang jalan itu tidak ada penerangan jalan sama sekali.(M.S. Zuhrie)