Soal Prostitusi Online, Kapolres Berau Sebut Masih Dalam Penyelidikan

 

TANJUNG REDEB – Mulai maraknya prostitusi online di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Kapolres Berau, AKBP Handoko. Bahkan, dirinya saat ini tengah memerintahkan jajaran Satreskrim untuk menelusuri prostitusi tersebut.

“Masih diselidiki satreskrim, mohon dukungannya supaya bisa kami ungkap secepatnya,” ungkapnya kepada beraunews.com melalui pesan singkat whatsapp, Rabu (14/12/2016).

Mulai maraknya prostitusi online tersebut, disampaikannya, bisa jadi akibat dampak dari penutupan lokalisasi prostitusi di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Berau beberapa waktu lalu.

“Dampak dari penutupan lokalisasi kali ya. Memang prostitusi sudah lama di Berau dengan praktek beragam, termasuk online ini,” jelasnya.

BACA JUGA : Prostitusi Online Mulai Rambah Berau, Mahasiswi Juga Ada

Saat ditanya, apakah pelaku prostitusi online yang menggunakan jasa mucikari bisa dikenakan pidana, seperti kasus prostitusi yang melibatkan sejumlah artis ibu kota beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, hal tersebut bisa saja terjadi.

“Bisa saja, apalagi kalau melibatkan anak di bawah umur, tentu bisa dikenakan pidana,” ujarnya.

BACA JUGA : Kapolres : Narkoba dan Prostitusi Harus Jadi Perhatian Serius

Sepertinya, cukup sulit untuk menyelesaikan persoalan prostitusi di Kabupaten Berau. Bahkan dalam prosesnya, tidak sedikit upaya yang dilakukan pemerintah, dan instansi terkait dalam meminimalisir penyebaran PSK di Berau, seperti menutup sejumlah lokalisasi prostitusi, melakukan pelatihan keterampilan kepada wanita tuna wisma (WTS), hingga melakukan razia.

Tetapi, menurut Handoko, prostitusi tersebut tidak bisa diselesaikan dengan razia, baik dari Polres Berau, maupun Satpol PP saja. Namun, untuk menyelesaikan hal tersebut perlu dicari akar permasalahannya.

“Banyak hal yang melatarbelakangi marakanya prostitusi. Seperti gaya hidup, faktor ekonomi, faktor rendahnya pengetahuan dan keterampilan SDM, hingga faktor penegakan hukum. Jadi memang perlu sinergi antar instansi untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.(Hendra Irawan)