Berau Darurat Narkoba, Setiap 2 Hari Terjadi 1 Kasus Narkoba

TANJUNG REDEB – Narkoba kian merajalela di kalangan masayarakat. Tua, muda, remaja dan bahkan anak di bawah umur sekalipun terjerumus mengonsumsi narkoba. Tak sedikit dari mereka juga terjun menggeluti bisnis haram sebagai mata pencaharian.

Berdasarkan data dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau, periode Januari-Juni 2016 ini saja telah terjadi 87 kasus narkoba dengan 130 orang tersangka dan barang bukti Sabu-Sabu (SS) seberat 338,24 gram serta 38.822 butir pil LL. Dengakn kata lain, secara rata-rata setiap 2 hari terjadi 1 kasus narkoba.

“Selama enam bulan ini sudah ada 87 kasus narkoba yang tercatat. Jumlah tersebut diantaranya 35 kasus dari Polres, sementara 52 kasus data yang diperoleh dari tiap Polsek di wilayah Berau,” ungkap Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Berau, AKP Marwoto saat dikonfirmasi beraunews.com, Senin (13/6/2016).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatreskoba) Polres Berau, AKP Herman menjelaskan, kasus narkoba tersebut sebagian sudah masuk kepersidangan dan tersangkanya telah menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Tanjung Redeb.

“Kasus narkoba yang telah ditangani sebagian sudah masuk ke persidangan dan tersangkanya sudah menjalani masa tahanan. Kami juga terus gencar memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Berau,” jelasnya.

Dikatakannya, menyadari peredaran narkoba tersebut seakan tiada habisnya, Polres Berau terus berkomitmen memerangi peredaran narkoba di wilayah Berau. Pihaknya berharap, perang melawan narkoba ini tak hanya dilakukan aparat kepolisian, melainkan peran serta seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan.  

“Narkoba ini seakan tak pernah ada habisnya. Saya harap jangan ada yang coba-coba untuk mengonsumsi atau pun menjual barang haram tersebut. Sebab, selain dilarang secara hukum narkoba ini juga bisa merusak masa depan. Untuk memberantas peredaran narkoba, kami juga minta kepada masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif didalamnya agar segera mungkin melaporkan atau menginformasikan ke pihak kepolisian jika ada melihat segala aktivitas kriminal, seperti transaksi narkoba atau pesta narkoba sekalipun,” tutupnya.(ea)