Waspada, Penipuan Mengatasnamakan PLN Sedang Gentayangan

 

BATU PUTIH – Sejumlah masyarakat yang ada di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih diduga telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh salah seorang oknum yang mengaku dari pihak PLN.

Penelusuran beraunews.com, setidaknya ada dua warga yang telah menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengaku tinggal di Kampung Dumaring Kecamatan Talisayan.

Berdasarkan pengakuan Sukius, salah seorang korban yang berada di RT 6 Kampung Tembudan, pelaku datang menawarkan pendaftaran pemasangan instalasi listrik. Karena di tahun 2017 mendatang semua kampung akan teraliri oleh listrik, termasuk Kampung Tembudan.

Mendengar apa yang disampaikan oknum tersebut, dirinya pun langsung tertarik dan menyetujui tawaran yang diberikan. Dijelaskannya, saat itu ia ditawarkan pemasangan dengan kapasitas 6 Amper dengan biaya Rp4 juta.

Sebagai tanda jadi, pelaku meminta uang muka sebesar Rp750 ribu, dengan tanda bukti sebuah kuitansi biasa tanpa cap stempel. Bahkan, dirinya juga sempat sedikit heran, karena jaringan instalasi listrik tersebut tidak disambung melalui PLN Talisayan, melainkan dari PLN Biduk-biduk.

“Dia bilang dia dari PLN yang memenangkan tander pemasangan jaringan listrik di wilayah pesisir. Makanya saat dia bilang begitu kita percaya saja. Karena soal listrik ini kita tidak begitu mengerti mekanismenya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (27/11/2016).

Lebih lanjut dikatakannya, saat uang muka telah dibayar, oknum tersebut tidak lagi terlihat. Bahkan nomor kontak yang diberikan pelaku kepada dirinya, juga tidak bisa dihubungi lantaran tidak aktif lagi. Hanya yang terlihat kabel untuk instalasi biasa di dalam rumah yang sempat pelaku pasang setelah mendapatkan uang itu.

“Kemarin kita hubungi nomor ponselnya tidak lagi aktif. Makanya kita baru sadar kalau sudah menjadi korban penipuan. Pantas saja, pertama kali datang dirinya tidak membawa apapun, bahkan tas berisi peralatan listrik tak terlihat,” ujarnya.

Berta (38), warga lainnya yang berada di RT 6 juga menyampaikan hal senada. Hanya, selain untuk pemasangan instalasi listrik di dalam rumah, pelaku juga mengatakan, uang tersebut untuk dibelikan tiang listrik guna penyambungan ke PLN di Batu Putih.

“Biaya yang diminta itu Rp4 juta untuk pendaftaran, dan pembelian tiang listrik. Karena katanya, kalau mengharapkan pemerintah, wilayah RT 6 ini tidak akan nyala lampunya. Tapi, dia minta uang muka Rp750 ribu, sementara sisanya setelah tiang listrik terpasang,” ujarnya.

Disamping itu, dikatakan Berta, pelaku juga mengambil foto KTP kepala keluarga dengan menggunakan kamera telepon seluler. Ia beralasan foto itu akan menjadi dokumen yang akan dikirim ke kantor PLN.

“Katanya itu untuk diberikan ke PLN cabang untuk kelengkapan persyaratan pendaftar. Tapi memang orang itu, tidak ada lagi kabarnya,” tuturnya.

Salah satu alasan yang membuat dirinya menerima tawaran tersebut, karena dirinya sangat membutuhkan listrik untuk menunjang berbagai keperluan, dan aktivitasnya yang berhubungan dengan listrik.

“Ya kita terima, apalagi kita sangat membutuhkan listrik untuk keperluan sehari-hari,” tutupnya.(Hendra Irawan)