Usai Isi BBM, Kapal Terbakar

 

GUNUNG TABUR – Sebuah kapal motor terbakar di perairan Kampung Maluang sekitar pukul 18.15 Wita Rabu (15/11/2016). Kebakaran diduga akibat kompor meledak dan menyambar cadangan bahan bakar yang ada di kapal tersebut.

Warga sekitar, Amir mengatakan, setelah dirinya salat maghrib, ia mendengar suara ledakan. Awalnya ia menduga sumber ledakan tersebut berasal dari perusahaan, namun setelah cucunya datang dan memberi informasi jika suara ledakan berasal dari kapal yang terbakar.

"Memang ada suara ledakan dan saya kira itu suara dari perusahaan, tapi setelah cucu saya datang baru saya tahu kalau ada kapal itu terbakar," ungkapnya kepada beraunews.com yang ditemui dilokasi kejadian.

 

Sebelumnya kapal tersebut masih terikat di dermaga SPBU, namun setelah terbakar, tali pengikat kapal langsung di lepas menghindari api merambat ke SPBU.

"Sebelumnya masih sandar di dermaga SPBU, karena terbakar langsung di lepas dan hanyut hampir ke tengah sungai," jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Gunung Tabur, AKP Sujarwanto menjelaskan, kapal tersebut dibawa oleh dua orang, yakni Hadi (58) dan Riki (32), warga Kampung Bohe Silian, Kecamatan Maratua dan rencananya mereka akan pulang ke Pulau Maratua.

Setelah mereka mengisi bahan bakar di SPBU Maluang Raya, yang memang melayani penjualan BBM untuk kapal, sisa bahan bakar disimpan di daerah belakang kapal namun entah karena apa kompor meledak dan menyambar sisa bahan bakar tersebut.

"Jadi awalnya dari ledakan kompor itu dan menyambar bahan bakar yang ada," tuturnya.

 

Dikatakan Sujarwanto, setelah kejadian tersebut, Hadi dan Riki berusaha menyelamatkan diri dengan terjun ke sungai, namun Riki sempat mengalami luka bakar di kedua tangan, kaki dan juga di daerah muka. Keduanya sempat ditolong oleh warga yang melihat dan langsung di larikan ke Puskesmas Gunung Tabur.

"Mereka loncat, si Hadi mengalami luka bagian kepala karena terkena kayu, sementara si Riki luka bakar dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Rivai," pungkasnya.

Api berhasil dijinakkan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menurunkan 4 unit mobil pemadam kebakaran.

“Kerugian dari kejadian ini diperkirakan mencapai Rp400 juta,” pungkasnya.(Dedy Warseto)