Bikin Resah, Pencurian Sarang Burung Walet di Sumber Agung Mulai Marak

 

BATU PUTIH – Pemilik sarang burung walet rumahan di Kampung Sumber Agung Kecamatan Batu Putih, kini dibuat resah akibat maraknya aksi pencurian sarang yang terjadi akhir-akhir ini. Tak pelak, selama kurun waktu 3 minggu terakhir ini yakni mulai Oktober hingga November, setidaknya telah terjadi 3 kasus aksi pencurian sarang burung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beraunews.com, peristiwa tersebut berawal dari pencurian sarang burung walet, Sabtu (22/10/2016) milik Sundari, kemudian disusul pencurian sarang burung milik Kepala Kampung Sumber Agung, Edi Santoso, Sabtu (29/10/2016), dan pencurian terakhir juga terjadi, Sabtu (5/11/2016), milik Rahman.

Akibat pencurian tersebut, pemilik sarang terpaksa harus merugi hingga puluhan juta rupiah. Seperti yang dialami Sundari, dalam peristiwa tersebut setidaknya ada sekitar 4 Kg sarang burung yang berhasil dibawa pelaku kabur.

“Kalau dikalkulasikan memang sekitar 32 jutaan kerugiannya,” ujarnya saat disambangi beraunews.com, Rabu (9/11/2016).

Padahal dikatakannya, sarang burung tersebut rencananya masih hendak diternakkan, mengingat masih banyak telur dan bayi walet yang baru menetas. Namun rencananya itu pun pupus setelah sejumlah pelaku pencurian yang diperkirakan berjumlah lebih 3 orang membobol sarang walet miliknya.

“Kita keduluan pencuri. Padahal rencananya kita mau panen setelah sebagian besar anak burungnya sudah bisa terbang,” jelasnya.

Ia menduga, sebelum melakukan pencurian, pelaku sudah lebih dulu mempelajari situasi dan kondisi. Pasalnya, pelaku melakukan pencurian dengan melubangi dinding belakang sarang menggunakan alat tertentu. Menurut keterangan seorang tetangga yang ada disekitar sarang waletnya, sekitar malam kamis telah terdengar bunyi tembok dipukul. Hanya, saat itu, tetangga yang kebetulan mendengar tidak berpikir jika telah terjadi upaya pencurian sarang walet.

“Sepertinya dia pakai hamar atau linggis untuk membuat lubang, karena dindingnya ini bukan dari batako, tapi dari beton setebal 30 Cm. Pantas saja, selama tiga malam tetangga dengar suara seperti ada suara tumbukan. Kita juga baru tahu setelah siang hari, semua sarang walet yang ada habis diambil semua,” ujarnya.

Berbeda dengan yang dialami Kepala Kampung Sumber Agung, Edi Santoso, sarang walet miliknya dibobol dengan merusak kunci gembok yang terpasang dipintu masuk sarang. Dikatakan pria yang akrab disapa Edi ini, pelaku merusak kunci dengan cara memutar gembok hingga patah.

“Saat itu kejadiannya Sabtu dinihari juga. Kebanyakan pelaku beraksi pada Sabtu. Kalau prediksi sarang yang berhasil dibawa pelaku ini berkisar 1 sampai 2 kilo saja,” ujarnya.

Sejauh ini, pelaku telah membobol 3 sarang walet dengan jarak waktu hanya satu minggu. Melihat tingginya kasus pencurian sarang walet dikampungnya, pihaknya pun langsung mengumpulkan masyarakat, dan mengundang aparat kepolisian guna kembali mengaktifkan giat malam, atau poskamling. Diketahui, di Sumber Agung setidaknya ada sekitar 30 sarang burung walet, termasuk yang baru dibangun. Sementara, untuk sarang walet rumahan yang sudah aktif berkisar 25 sarang.

“Bisa dikatakan sekarang ini kondisinya sudah cukup rawan, terutama bagi pemilik sarang walet. kejadian ini juga sudah kita sampaikan ke polisi. Sebenarnya, bukan cuma kali ini saja kejadian, beberapa tahun lalu kasus serupa juga pernah terjadi di kampung ini,” bebernya.

Saat ditanya, apakah ada indikasi pelaku merupakan warga Sumber Agung sendiri, karena dilihat dari aksinya, pelaku sudah faham situasi sebelum beraksi. Ia mengatakan, hal itu masih belum bisa dipastikan.

“Untuk saat ini kita hanya fokus menjaga keamanan sambil mencari tahu saja. Kita tidak tahu apakah orang dalam atau bukan. Namun kita tetap waspada, karena mereka yang membutuhkan uang, pasti akan melakukan apa saja asal itu bisa menjadi uang,” pungkasnya.(Hendra Irawan)