Tersangkut Kasus Jual Beli Lahan, Oknum Pol PP Kecamatan Mendekam Di Jeruji Besi

 

TANJUNG REDEB – AW, warga Kecamatan Talisayan yang berstatus PNS Pol PP Kecamatan Talisayan dan Sekretaris Koperasi Akbar Mandiri, terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi. Pasalnya, selain ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan dana plasma Koperasi Akbar Mandiri, ia juga diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dana jual beli lahan.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasatreskrim, AKP Damus Asa mengatakan, Polres Berau sebelumnya mendapat laporan dari korban bernama Munte yang membeli lahan melalui AW, namun hingga saat ini, Munte tak mendapat surat tanah atau bukti kepemilikannya lahan.

"Jadi AW dilaporkan atas kasus penipuan oleh Munte, dan saat ini sudah diproses," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (7/11/2016).

BACA JUGA3 Pengurus Koperasi Akbar Mandiri Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dikatakannya, kasus bermula saat saudara AW diminta oleh pemilik lahan bernama Asdaul, warga Kecamatan Talisayan untuk menjualkan lahannya. AW menawarkan kepada Munte dan mendapat uang pembayaran tanda jadi sekitar Rp85 juta, namun uang tersebut tak diserahkan AW kepada Asdaul.

"Asdaul meminta AW menjualkan lahannya, tapi setelah dapat pembeli dan mendapat pembayaran AW tidak menyerahkannya kepada Asdaul," tambahnya.

Beberapa kali Munte sempat mempertanyakan surat tersebut, namun tidak juga mendapat apa yang dimintanya. Hingga pemilik lahan meninggal dunia, lahan yang sudah dibayar oleh Munte tersebut dijual oleh ahli waris pemilik lahan.

"Jadi lahan itu dijual lagi sama ahli warisnya, Munte juga meminta surat tak kunjung diberi oleh saudara AW," bebernya.

BACA JUGA : Proses Berlanjut, Tiga Tersangka Koperasi Akbar Mandiri Wajib Lapor

Terkait kasus Koperasi Akbar Mandiri sendiri, AW sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan 2 pengurus lainnya, namun belum diamankan atau hanya wajib lapor. Tetapi, kasus jual beli lahan ini menjerat AW lebih cepat ke jeruji besi.

"Kalau kasus Koperasi Akbar Mandiri masih berjalan dan berkasnya sudah pelimpahan tahap 1. Jadi kalau itu juga selesai dan menjeratnya AW, maka hukuman akan bertambah," pungkasnya.

BACA JUGA : Terlibat Kasus Koperasi, Oknum PNS Satpol PP Terancam Dipecat Tidak Hormat

Akibat perbuatannya AW diancam Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tetang penggelapan dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara dan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara.(Dedy Warseto)