Kapolres : Narkoba dan Prostitusi Harus Jadi Perhatian Serius

 

TANJUNG REDEB – Semakin maraknya kasus pencabulan di Kabupaten Berau menjadi masalah tersendiri bagi aparat kepolisian, khususnya Polres Berau. Pasalnya, sejak Januari hingga November ini, setidaknya mencapai 22 kasus.

Kapolres Berau AKBP Handoko, dalam penyampaiannya saat rapat koordinasi, atau rakor pencegahan konflik sosial di Balai Mufakat, Rabu (2/11/2016) lalu menyebutkan, jumlah tersebut cukup memprihatinkan, apalagi pelakunya sendiri mayoritas masih di bawah umur.

Menurutnya, saat ini banyak kaum remaja mulai kehilangan arah dan cenderung mengarah kepada pergaulan bebas, khususnya pornograpi. Seakan lanjut dia, pornograpi telah menjadi budaya yang harus dilakukan oleh para remaja sekarang. Meskipun itu dilakukan atas dasar suka sama suka, tetapi berdasarkan undang-undang, hal itu dilarang.

“Rata-rata pelakunya masih anak-anak pelajar,” ujarnya.

Tidak itu saja, yang paling miris adalah kejadian di Kecamatan Biduk-Biduk, dimana ada orang tua mencabuli anak kandungnya sendiri. Dimana, seharusnya orang tua memberikan teladan, dan contoh yang baik kepada anak agar menghindari perbuatan negatif, namun dengan tega berbuat bejat pada anaknya sendiri.

“Ini yang amat kita sayangkan. Harusnya orang tua mendidik anak dengan baik, malah tega berbuat tak pantas pada anak sendiri yang berumur 15 tahun. Ini yang tidak kita inginkan terjadi lagi di Kabupaten Berau,” bebernya.

Disamping itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk membantu aparat kepolisian dalam membasmi peredaran narkoba. Terlebih sepanjang tahun ini, dikatakannya, jajaran Polres Berau telah mengamankan kurang lebih 129 kasus narkoba di berbagai wilayah. Kondisi ini pun menjadikan Kabupaten Berau darurat narkoba.

Untuk itu, pihaknya berharap kerja sama antara seluruh lapisan, mulai lingkup pemerintah, camat, kepala kampung hingga ketua RT untuk berperan serta dalam memberantas peredaran narkoba, dan mewujudkan Berau bebas narkoba.

“Semua elemen harus bekerja sama dan saling mendukung. Kita jelas tidak ingin generasi kita hancur gara-gara narkoba, dan prostitusi,” bebernya.(Hendra Irawan)