Ini Ancaman Kapolres Berau, Bagi Pengguna Media Sosial

 

TANJUNG REDEB – Untuk menghindari penistaan agama tidak terulang lagi di Kabupaten Berau, Polres Berau tebar ancaman kepada pengguna sosial media. Pasalnya, aparat kepolisian tidak akan memberi ampun bagi netizen, yang baik sengaja, atau tidak dalam memposting kalimat hasutan yang merujuk pada Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Hal itu dikatakan Kapolres Berau, AKBP Handoko, dalam kegiatan rapat koordinasi dalam mengantisipasi permasalahan sosial yang dapat berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat di Balai Mufakat, Rabu (2/11/2016).

BACA JUGA : Antisipasi Konflik Sosial, Pemkab Berau Kumpulkan Camat dan Kakam

Ia menegaskan, akan menindak siapa saja yang terbukti melakukan, atau membuat tulisan yang bernada hasutan dan memicu terjadinya kekerasan. Seperti yang dilakukan Markus Adil beberapa waktu lalu karena memposting komentarnya dengan nada hasutan yang sarat unsur SARA ke media sosial. Akibat cuitannya tersebut, dirinya harus mempertanggung jawabkan kelakuannya tersebut.

“Jadi jangan sembarangan membuat tulisan di facebook, seperti kejadian waktu lalu (kasus Markus Adil-red). Cukup itu yang terakhir,” ujarnya.

BACA JUGA : Ngakunya Hanya Iseng, Pelaku Penistaan Agama Diamankan Di Polda

Untuk memaksimalkan pengawasan, pihaknya juga telah membentuk tim yang bertugas melakukan patroli cyber. Dengan adanya tim tersebut, pihaknya dengan mudah melakukan monitor semua aktivitas ataupun tulisan-tulisan seperti tulisan bernada hasutan, tulisan memprovokasi, bernada ancaman, hingga tulisan bermuatan unsur SARA di media sosial. Hal itu juga sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
“Kalau cukup bukti akan saya proses sesuai dengan undang-undang. Saya tidak ingin terjadi perpecahan, saya tidak ingin terjadi ada konflik. Jadi, lebih baik kita bawa pelakunya, dan jika terbukti kita lakukan proses sesuai hukum,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya berharap, agar tercipta suasana yang aman dan kondusif di Kabupaten Berau, diminta kepada masyarakat untuk tidak menggunakan media sosial sebagai ajang untuk saling adu domba antar sesama.

“Saya ingin sampaikan serta sosialisasikan kepada sanak keluarga kita, jika melakukan aktivitas di media sosial hendaknya dilakukan dengan bijak, tanpa memicu atau menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Itu tidak akan kita tolerir,” pungkasnya.(Hendra Irawan)