Waspada, Berau Darurat Senpi Ilegal

TANJUNG REDEB – Berau masuk katagori darurat senpi ilegal. Pasalnya, hingga saat ini sudah 45 pucuk senjata api (senpi) rakitan yang diserahkan masyarakat dari beberapa Kecamatan.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Berau, AKP Marwoto mengatakan dari beberapa pekan terakhir, sudah mencapai 45 senpi yang diserahkan masyarakat kepada aparat kepolisian sektor (Polsek). Ini membuktikan banyak masyarakat yang membuat senpi dengan apa adanya tanpa memikirkan legalitas dan keamanannya.

“Sudah darurat senpi saat ini. Dengan jumlah segitu banyak, tak menutup kemungkinan masih banyak lagi senpi yang dimiliki masyarakat dan belum di serahkan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (10/6/2016).

Dikatakannya, pihaknya mengkhawatirkan keselamatan masyarakat, sebab masyarakat secara otodidak bisa membuat senpi rakitan itu, tanpa memikirkan standar keamanan. Padahal dengan membuat senpi seadanya bisa membahayakan diri sendiri.

“Kalau bagi mereka yang penting ada 3 komponennya seperti pucuk senpi, rumah peluru dan pematiknya saja cukup. Padahal, kalau kakuatan bahan tidak teruci, bisa-bisa meledak dan membahayakan si penembak,” tambahnya.

Dijelaskannya, selain itu juga senpi rakitan ini tidak memiliki alur keluarnya peluru, sehingga jaraknya tidak terlalu jauh. Namun, yang membahayakan justru perakitannya yang mungkin saja ada beberapa hal penting tapi dianggap sepele.

“Kalau penutup belakang senpi itu tidak kuat. Saat mereka menembak bisa saja jebol dan peluru bisa saja lari ke belakang,” terangnya.

Selain itu, di Kabupaten Berau sendiri diperkirakan masih memiliki beberapa daerah yang penduduknya masih berburu mengunakan senpi rakitan. Selain itu juga ada tradisi-tradisi sendiri yang menjadikan senpi sebagai barang yang berharga.

“Kalau di Berau sendiri diperkirakan masih banyak yang belum menyerahkan. Bukan karena mereka tidak mau, tapi bisa jadi juga karena kondisi geografis sehingga dari daerah mereka tinggal menuju polsek itu tidak dekat,” bebernya.

Hingga saat ini pihak kepolisian terus melakukan upaya sosialiasi, agar para pemilik senpi rakitan bisa menyerahkan senpi mereka ke aparat Polsek terdekat, hal ini demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Kita belajar dari kasus yang terjadi di Talisayan, jangan sampai senpi ini dijadikan alat untuk melakukan tindak pidana. Polisi saja yang dilatih masih harus memikirkan dalam menggunakan Senpi, khawatir oknum yang tak bisa mengendalikan dirinya akan menggunakan senpi sebagai alat untuk melakukan tindak pidana,” pungkasnya.(dws)