Turun Sekolah Malah Digauli

 

TALISAYAN – Pn (24) warga Kecamatan Talisayan harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Talisayan akibat dua kali menyetubuhi gadis di bawah umur berinisial At (15) yang masih berstatus pelajar SMP.

Pn diamankan setelah polisi mendapat laporan dari orang tua korban, jika Pn pernah menyetubuhi At sebanyak dua kali pada Agustus 2016 lalu di semak-semak dekat jembatan Jalan Poros Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan.

Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid melalui Kanit Reskrim Aiptu Sugeng Ikhwaniuddin mengatakan, kasus ini terungkap setelah orang tua At mendapat kabar dari orang tua rekan At jika ada foto seksi At dikirim oleh seseorang kepada temannya tersebut.

“Awalnya teman At dapat foto seksi At yang terlihat dadanya, temannya langsung memberitahukan ayahnya mengapa At melakukan ini, selanjutnya ayahnya langsung memberitahukan ayah At atas foto tersebut,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (21/10/2016).

Dikatakannya, setelah melihat foto tersebut, ayah At langsung menanyakan kepada anaknya apakah ia pernah disetubuhi oleh pelaku yang merupakan pacar korban. Setelah mengaku pernah disetubuhi, ayah At langsung melapor ke Mapolsek Talisayan.

“Ayahnya tanya dengan korban dan ternyata dia pernah disetubuhi oleh pelaku dan setelah dapat laporan, pelaku langsung diamankan,” tambahnya.

Dari informasi sementara, Pn dan At sebelumnya memang pernah berpacaran, diduga saat melakukan hubungan, Pn memfoto dan memvideo perbuatannya dengan At. Setelah putus dengan At dan diduga sakit hari, Pn menyebarkan foto tersebut dengan rekan At yang dekat dengan keluarga At.

“Sepertinya sakit hati, jadi foto-foto mereka saat melakukan hubungan itu dikirim ke teman At, dan teman At ini dekat dengan keluarga At. Karena tak berani ngomong langsung, jadi dia ngomong ke ayahnya dulu dan ayahnya yang mengatakan kepada ayah At,” bebernya.

Sementara itu dari pemeriksaan terhadap Pn, ia sempat mengelak jika sudah menyetubuhi At. Namun, setelah handphone milik Pn diperiksa terdapat beberapa foto dan video saat mereka melakukan hubungan intim.

“Dari pengakuan At sendiri dia sempat dibujuk untuk melakukan itu dan bahkan saat mau turun sekolah, At diajak berhubungan badan oleh Pn di lokasi tersebut,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Pn terancam pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 4 Tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.(Dedy Warseto)