Oknum Pol PP Kecamatan Cabuli Siswi SMP

 

TANJUNG REDEB – Oknum Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan berinisial Us (48) yang merupakan warga Kecamatan Teluk Bayur telah melakukan pelecehan seksual terhadap Ps (16) warga Karang Ambon, yang masih berstatus pelajar SMP, Rabu (12/10/2016) sekitar pukul 17.00 Wita lalu.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim, AKP Damus Asa yang didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Zaenal Arifin mengatakan, sebelumnya pada Minggu (8/10/2016) lalu korban kabur dari rumah dan ditemukan oleh seorang ibu yang merupakan tetangganya.

Ps kemudian sempat menginap 1 hari di penginapan milik tetangganya di Jalan Mangga III. Disana, korban selanjutnya sempat meminta pekerjaan. Namun pemilik penginapan khawatir dan menghubungi tetangga si anak yang kebetulan rekannya juga.

"Ibu ini tidak mau kasih kerjaan takut ada apa-apa. Saat itu juga si ibu melihat pelaku lewat dan meminta pelaku mengamankan korban," ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (14/10/2016).

Selanjutnya pelaku membawa korban ke Jalan Marsma Iswahyudi untuk dikontrakkan rumah dikawasan tersebut. Namun karena tak bertemu pemilik kontrakan dan hanya bertemu anak buah si pemilik, pelaku berupaya menghubungi pemilik via telpon.

"Dia telpon pemilik untuk bertanya apakah bisa anak sekolah ngontrak disana, dengan alasan sekolahan korban dekat dengan kontrakan tersebut," lanjutnya.

Namun si pemilik khawatir karena tak adanya orang tua si korban, pemilik kontrakan berinisiatif untuk membiarkan korban menginap dirumahnya terlebih dahulu bersama cucunya. Namun, sebelum ke rumah si pemilik kontrakan, korban sempat dicabuli pelaku di rumah yang akan dikontrak dengan memasukkan jari pelaku ke kemaluan korban dan meremas dada korban.

"Pelaku sudah membelikan kasur dan baju tidur serta kartu perdana, dan dilokasi itu pelaku sempat mencabuli korban, setelah melakukan aksinya pelaku keluar dan pulang," katanya.

Keesokan harinya, pelaku datang kembali ke rumah pemilik kontrakan untuk mengambil helm. Saat itu juga korban ke calon kontrakan dan disitu korban mengaku dilecehkan lagi oleh pelaku.

Setelah kejadian itu, korban menghubungi orang tuanya dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Berau. Diduga tahu jika korban melapor, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Teluk Bayur dan diserahkan ke Polres Berau.

Akibat perbuatannya pelaku diancam pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.(Dedy Warseto)