Gergaji Besi Tralis, Tahanan Polsek Kabur

 

TANJUNG REDEB – Tahanan Polsek Tanjung Redeb atas kasus narkoba bernama Rusdi (44), warga Jalan Murjani III, Gang Pelopor kembali diburu pihak kepolisian setelah berhasil kabur, Minggu (9/10/2016) lalu.

Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Wakapolres, Kompol Indra Kurniawan mengatakan, jika kejadian tersebut diperkirakan terjadi saat subuh dan Polres baru menerima laporan resmi sekitar pukul 08.00 Wita.

"Kalau waktu kejadiannya saya belum dapat informasi lebih jauh, yang jelas kita dapat laporan resmi sekitar pukul 08.00 Wita dan langsung kita tindaklanjuti juga," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (10/10/2016).

Indra menjelaskan, pelaku bisa melarikan diri melalui ruang olahraga Polsek Tanjung Redeb yang saat itu digergaji oleh pelaku menggunakan gergaji besi. Namum, sangat disayangkannya, saat dimasukkan saat serah terima, pelaku tak diborgol dan memudahkan pelaku untuk bergerak.

"Dia gergaji besi yang ada di atap itu untuk keluar, dan kita sayangkan ada gergaji di dekat sel tahanan itu," bebernya.

Dikatakannya, saat kejadian personel Polsek Tanjung Redeb langsung melakukan pencarian dikediaman pelaku dan beberapa tempat yang diduga menjadi wadah pelarian si pelaku. Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan polsek-polsek dan Polres Bulungan dan sekitarnya untuk membantu pencarian.

"Saat ini pencarian sudah dilakukan hingga ke Kecamatan Biduk-Biduk, tapi kami juga sudah tutup ruang gerak pelaku dengan berkomunikasi dengan Polres yang terdekat," kata dia.

Selain polres terdekat, dikatakan Indra, pihaknya juga berkomunikasi dengan kampung halaman sang istri, khawatir pelaku sempat melarikan diri ke luar daerah dan pergi ke kampung halaman istrinya di daerah Sulawesi.

"Kami sudah komunikasikan dengan keluarga dan minta bantuan dengan aparat disana, kita sebar foto pelaku untuk mudahkan pencarian," terangnya.

Indra berharap pihak keluarga tidak membantu atau menutup dimana keberadaan pelaku, dan atas nama hukum kami minta pelaku menyerahkan diri. Jika terbukti ada pihak keluarga yang membantu pelaku dalam upaya melarikan diri, maka bisa disangkakan melanggar Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman setara dengan pelaku.

"Kalau memang keluarga ataupun siapa yang ketahuan membantu pelaku melarikan diri, maka kita bisa sangkakan melanggar Pasal 56 yang ancaman hukumannya sama dengan yang diterima pelaku," pungkasnya.(Dedy Warseto)