Selain PT NPN, Masyarakat Punan Malinau Juga Demo PT MP

 

SEGAH – Tidak hanya PT Natura Pasific Nusantara (NPN) yang dituntut masyarakat Kampung Punan Malinau, PT Malindomas Perkebunan (MP) juga didatangi puluhan masyarakat guna meminta tuntutan yang s Corporate Social Responsibility (CSR) di PT MP.

Dalam memberikan tuntutan, masyarakat tak tanggung-tanggung melakukan aksi tegas. Bahkan, perusahaan tersebut juga sempat ditutup masyarakat adat Punan Malinau, Jum’at (7/10/2016) pukul 12.00 Wita, lantaran PT MP belum merespon tuntutan yang dilayangkan masyarakat. Penutupan itu dilakukan sembari menunggu kejelasan dari pihak managemen PT MP terkait tuntutan masyarakat.

Lokasi penutupan sendiri dilakukan di Simpang 4 base camp portal MR 8, MR 9 CR 67, penutupan itu juga dijaga sebanyak 9 orang. Sementara simpang 4 MR 9 ke MR 10 CR 67 hanya dijaga sebanyak 4 orang, dan di base camp MR 17 sebanyak 6 orang.

 

Sekitar pukul 19.00 Wita, bertempat di Kantor PT MP yang berada di Kampung Gunung Sari, dilaksanakan mediasi yang dipimpin Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno. Dalam mediasi tersebut managemen PT MP menyetujui dan mengabulkan tuntutan masyarakat Punan Malinau dengan mengangkat seorang masyarakat menjadi staf CSR atas nama Rusel. Pengangkatan itu juga dituangkan ke dalam sebuah berita acara.

"Terkait permintaan masyarakat itu, PT MP setuju mengangkat saudara Rusel dari Kampung Punan Malinau untuk menjadi staf CSR untuk Punan Malinau,” ungkap Humas Kuala Lumpur Kepong (KLK) Berhad Group, David Saragih.

BACA JUGA : Tak Ada Titik Temu, Masyarakat Tutup Aktivitas PT NPN

Dengan ditunjuknya Rusel sebagai staf CSR diharapakannya, dapat membantu pekerjaan PT MP sesuai dengan tupoksi yang diberikan, dan tetap mengikut aturan dari PT MP.

“Apabila ada keperluan yang berhubungan dengan kegiatan di kampung, Rusel dapat menghadiri kegiatan tersebut tanpa ada larangan dari pihak perusahaan. Selama itu kegiatan yang berhubungan dengan urusan kampung,” bebernya.

Sementara tokoh masyarakat Punan Malinau, Lukas mengapresiasi keputusan tersebut. Ia mengatakan, selaku perwakilan masyarakat Kampung Punan Malinau setuju atas keputusan tersebut. Pihaknya berharap, dengan diangkatnya masyarakatnya menjadi staf CSR di PT MP dapat selalu menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik.

“Kita ingin hubungan yang terjadi selama ini menjadi lebih baik lagi, khususnya dalam membangun Kampung Punan Malinau,” jelasnya.

 

Sementara Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno menyampaikan, dengan disetujuinya permintaan masyarakat Punan Malinau, maka tuntutaan yang dilayangkan kepada PT MP sudah selesai.

“Kita harap kedua belah pihak dikemudian hari tidak menimbulkan masalah yang tidak saling merugikan, dan masalah masyarakat Punan Malinau dan PT MP dinyatakan telah selesai,” pungkasnya.

Selain jajaran Polsek Segah, mediasi itu juga dihadiri oleh Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Berau, Jiang Bith, Danramil Segah, Kapten Aswan, dan Perwakilan Kecamatan Segah.(Hendra Irawan)