Tak Ada Titik Temu, Masyarakat Tutup Aktivitas PT NPN

 

SEGAH – Jum'at (7/10/2016) kemarin, pukul 15.00 Wita bertempat di Kantor PT Natura Pasific Nusantara (NPN) Kampung Punan Malinau Kecamatan Segah berlangsung mediasi antara masyarakat Punan Malinau dengan PT NPN.

Mediasi yang dipimpin Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno itu membahas tuntutan masyarakat agar PT NPN merekrut seorang masyarakat kampung tersebut sebagai staf Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain dihadiri jajaran Polsek Segah, hadir pula Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Berau, Jiang Bith, Kepala CSR PT NPN, Jimmy, Danramil Segah, Kapten Aswan beserta anggota, Perwakilan Kecamatan Segah.

Lukas salah seorang perwakilan masyarakat menyampaikan, kedatangan pihaknya tersebut ingin mendengarkan pernyataan sikap perusahaan terhadap tuntutan masyarakat, seperti yang telah disampaikan beberapa kali, namun tak kunjung terealisasi.

“Masyarakat datang untuk berunjuk rasa guna mendengar secara langsung pernyataan pihak perusahaan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (7/10/2016) kemarin.

 

Sebenarnya, pihaknya tidak meminta banyak kepada PT NPN, pihaknya hanya meminta seorang masyarakatnya bisa diterima menjadi staf CSR, untuk memastikan pihakn perusahaan benar-benar menjalankan CSR nya dengan baik dan trsansparan.

“Kami meminta perwakilan masyarakat Kampung Punan Malinau untuk direkrut di PT NPN menjadi staf CSR, itu saja,” bebernya.

Sementara Ketua CSR PT NPN, Jimmy menyampaikan, belum dapat memberikan kepastian terhadap tuntutan yang diminta masyarakat. Selain itu, mengenai program CSR, pihaknya ingin difasilitasi oleh unsur Muspika atau Muspida. Hal itu dianggapnya perlu, sehingga dalam program CSR yang dilakukan PT NPN dapat tersalurkan secara merata. Terlebih, wilayah CSR perusahaan, selain Punan Malinau, masih ada dua kampung lainnya, yakni Kampung Long Ayan dan Tepian Buah.

“Ini untuk menjaga kecemburuan sosial antar kampung dalam penyaluran program CSR. Mengenai staf CSR, perusahaan hanya dapat memfasilitasi memberikan perwakilan masyarakat untuk mengawal program CSR PT NPN. Karna untuk merekrut staf CSR, perusahaan sudah mempunyai peraturan sendiri,” bebernya.

Tak adanya titik temu dalam mediasi tersebut berbuntut pada penutupan sekaligus penyetopan operasional PT NPN oleh masyarakat, Jum’at (8/10) pukul 11.45 Wita, siang kemarin. Penutupan tersebut dilakukan melalui prosesi atau ritual adat oleh Kepala Adat Dayak Punan Malinau, Nyuk Jibang.

 

Sementara itu, Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno menyampaikan, penutupan yang dilakukan masyarakat berlangsung tertib dan tidak terjadi aksi anarkis.

“Secara kesimpulan tidak ada titik temu, dan rencananya akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan atau kabupaten. Yang jelas kita siap melakukan pengamanan, kita tentu menginginkan dalam menyampaikan pendapat tetap menjaga Kamtibmas,” ungkapnya.

Sementara salah seorang Pegawai Kecamatan Segah, Suyadi menyampaikan pihaknya pihaknya siap memfasilitasi jika masyarakat dan pihak perusahaan ingin kembali menyelesaikan tuntutan dengan cara mediasi.(Hendra Irawan)