Kecelakaan Kerja Berujung Maut Kembali Terjadi

 

SEGAH – Kecelakaan kerja mengakibatkan meninggal dunia kembali terjadi. Kali ini menimpa Tugianto (45) seorang karyawan PT MAA, yang tewas saat tengah menumbang pohon di sekitar perkebunan PT Berau Karetindo Lestari (BKL) di block 17, Kampung Punan Malinau Kecamatan Segah. Peristiwa itu terjadi, Senin (3/10/2016) sekira pukul 13.00 Wita.

Berdasarkan informasi, diduga Tugianto tewas lantaran kelalaiannya sendiri saat tengah menumbang pohon. Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno saat dihubungi beraunews.com, Rabu (05/10/2016) membenarkan, jika telah terjadi kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan PT MAA tersebut. Ia menyampaikan, Tugianto merupakan operator chainsaw yang bekerja sebagai penumbang.

Sebelum kejadian, korban bersama sejumlah rekannya sedang menumbang di kebun PT BKL. Namun saat pohon yang ditumbang Tugianto rebah, ada keanehan yang terjadi dengan suara mesin chainsaw miliknya. Suara yang tadinya menggila, menjadi lebih pelan dan nyaris mati.

Merasa ada yang aneh dengan kondisi tersebut, Muryono rekan korban yang hanya berjarak 30 meter langsung mendatangi arah bunyi chainsaw tersebut. Setelah tiba dilokasi, alangkah kagetnya ketika melihat Tugianto sudah terbaring tidak sadarkan diri.

“Muryono ini langsung teriak manggil rekannya yang lain. Diduga korban ini tertimpa ranting kayu dibagian kepala. Karena terdapat memar di bagian kepala sebelah kiri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ditemukan korban diperkirakan masih hidup. Sehingga reka-rekan korban langsung membawa ke luar hutan, dan menghubungi pihak manajemen PT MAA guna membawa korban ke RSUD dr. Abdul Rivai.

“Kejadiannya itu pukul 13.00 Wita, sekitar kurang lebih 30 menit datang mobil perusahaan membawa korban. Korban sendiri saat itu tiba pukul 17.30 Wita ke RSUD, setelah dilakukan pertolongan pertama, 20 menit kemudian korban dinyatakan meninggal,” bebernya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya berharap para karyawan maupun pekerja lepas di berbagai perusahaan yang ada di Kecamatan Segah lebih mengutamakan keselamatan kerja. Jangan sampai, kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa kembali terjadi.

“Kita minta khususnya para pekerja yang tugas menumbang pohon, dan pekerja lainnya dapat lebih berhati-hati dalam bekerja. Kita ingin peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi pekerja lain, agar kedepannya kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” imbaunya.(Hendra Irawan)