Hampir Disemua Kecamatan, Warga Laporkan Barang Kedaluarsa

TANJUNG REDEB – Memasuki bulah Ramadhan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau banyak mendapat laporan dari warga terkait adanya warung atau toko yang masih menjual makanan kedaluarsa. Bukan hanya kecamatan terdekat, laporan tersebut terjadi hampir disemua Kecamatan di Berau.

Kepala Dinkes, Totoh Hermanto melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Andarias Baso mengatakan, beberapa hari terakhir laporan terus masuk terkait adanya barang kedaluarsa dan kemasan makanan yang rusak masih beredar.

“Laporan tersebut langsung kita tindaklanjuti dengan meminta pihak Pusat Kesehatan Masyarakat  (Puskesmas-red) untuk melakukan pemeriksaan dan menghimbau para pemilik warung untuk memusnahkan barang dagangan yang sudah kedaluarsa tersebut,” ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com.

Dikatakannya, untuk kegiatan serentak, Andarias memperkirakan sekitar pertengahan puasa tim akan turun ke lapangan melakukan pemeriksaan. Meski saat ini pihak Puskesmas sudah melakukan himbauan dan meminta pihak pedagang memusnahkan langsung, namun pemantauan harus tetap dilakukan.

“Pertengahan puasa nanti tim gabungan akan turun ke lapangan melakukan pengecekan kembali. Meski saat ini Puskesmas sudah melakukan langkah terlebih dahulu, tapi kita tetap harus lakukan pengecekan kembali,” tambahnya.

Jika memang masih ditemukan adanya barang kedaluarsa atau kemasannya rusak, maka pihaknya akan menyita barang-barang tersebut dan langsung memusnahkannya dengan disaksikan oleh pemilik barang.

“Biasnya itu barang yang stok lama atau dari tahun sebelumnya. Tapi kita akan sita dan dimusnahkan langsung agar pemilik barang mengetahui kalau barang yang kita sita akan dimusnahkan,” katanya.

Andarias meminta agar para pedagang bisa kembali mengecek barang dagangannya. Jika memang masih ada barang yang kedaluarsa, setidaknya bisa dibuang atau dikembalikan kepada distributornya.

“Kalau tidak mau rugi, silahkan kembalikan kepada distributornya. Selain itu barang yang kemasannya sudah tidak layak diharap bisa dibuang, karena dengan kemasan yang rusak bisa mempengaruhi kualitas makanan dan itu bisa membahayakan konsumen,” pungkasnya.(dws)