Pelaku Pencoretan Spanduk Manfaatkan Momen Kunjungan Mendagri

 

TANJUNG REDEB – Polres Berau terus melakukan penyelidikan terkait siapa pelaku pencoretan spanduk bertuliskan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mencoret-coret wajah Bupati dan Wakil Bupati Berau pada spanduk yang ada di jalan.

Polres juga telah mendapat beberapa petunjuk terkait ciri-ciri pelaku, diantaranya pelaku menggunakan mobil jenis Terios, dipastikan pelakunya lebih dari satu orang dan sudah cukup dewasa untuk melakukan tindakan pelecehan tersebut.

BACA JUGA : Cari Dan Tangkap Pelaku Pencoretan Spanduk Bertulisan PKI

"Kalau informasinya ada yang lihat pelaku pakai mobil Terios, ini jelas bukan kenakalan remaja dan tulisan itu cukup tinggi serta sulit untuk dijangkau anak-anak," ungkap Kapolres Berau, AKBP Handoko kepada beraunews.com, Jum’at (30/9/2016).

 

Bukan hanya itu, Polres juga sudah mengamankan beberapa rekaman CCTV yang sempat merekam aksi pelaku saat melakukan aksinya. Namun, pihaknya masih terus melakukan upaya mengenali pelaku lantaran pelaku masih sulit dikenali karena posisi terlalu jauh dan kondisi saat itu setelah turun hujan.

"Ada yang terekam di CCTV, tapi tidak begitu jelas karena gelap dan jauh. Kondisinya juga habis hujan," tambahnya.

BACA JUGA : Soal Spanduk Bertuliskan PKI, 1 Orang Diperiksa Polisi

Dikatakan Handoko, ada hal yang janggal dalam kasus ini, yakni pelaku hanya beraksi saat Berau kedatangan tamu penting dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Selain itu, spanduk yang dicoret bertulisan PKI pun berada di jalur-jalur yang akan dilewati Mendagri saat melintas dari Bandara Kalimarau.

"Spanduk yang dicoret itu pas saat datang Mendagri dan jalur yang dilewati Mendagri saja yang dicoretnya," kata dia.

 

Pihaknya juga sempat memanggil seseorang yang kerap membahas sesuatu yang menjurus ke PKI melalui sosial media. Namun setelah di cek terkait dengan ciri-ciri tersebut, pihaknya tak menemukan hal yang dianggap menjurus.

"Tapi kami minta dia tidak lagi bahas hal-hal yang berbau sara seperti itu. Untuk kasus ini, kita masih kembangkan dan terus gali informasi," pungkasnya.(Dedy Warseto)