Nahas, Hendak Pergi Sekolah Malah Sampai Ke RSUD

MARATUA – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) kembali terjadi, Kamis (29/9/2016) sekitar pukul 07.00 Wita. Peristiwa itu terjadi di Kampung Teluk Harapan Kecamatan Pulau Maratua yang melibatkan dua unit sepeda motor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beraunews.com, kecelakaan terjadi antara dua orang pelajar sedang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha, dengan seorang warga yang juga menggunakan sepeda motor jenis yang sama.

Belum diketahui penyebab pasti tabrakan, namun diduga salah satu pengendara lepas kendali sehingga terjadi tabrakan. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kondisi ketiga korban dikabarkan sedang kritis. Sepeda motor yang digunakan juga mengalami rusak berat akibat tabrakan.

Saat dikonfirmasi, Camat Maratua, Abdul Jabbar membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan, kedua korban tersebut bernama Fadil dan Yudha yang merupakan siswa SMAN 9 Berau, sementara korban lainnya bernama Edi, yang saat itu sedang membawa ikan.

“Kejadiannya pagi sekitar pukul 07.00 Wita dibelakang Paradise yang berada di RT 3 Kampung Teluk Harapan,” ungkapnya kepada beraunews.com.

 

Kendati demikian, dirinya mengaku tidak begitu mengetahui bagaimana kronologis kejadian. Namun, berdasarkan informasi yang ia peroleh, kecelakaan itu terjadi di poros jalan dengan sedikit tikungan. Diduga, salah satu diantara pengendara motor ini mengalami out of control, sehingga mengakibatkan tabrakan.

“Kalau soal siapa yang menabrak, dan siapa yang ditabrak memang kita belum dapat informasinya,” bebernya.

Akibat kejadian tersebut, ketiganya mengalami luka cukup serius dan harus segera dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Ketiganya kritis, dan ada yang tak sadarkan diri. Kabarnya, salah satu siswa mengalami patah tulang kaki. Makanya ketiganya pagi itu juga langsung dirujuk ke RSUD dengan menggunakan speed boat. Kita harap tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada mereka,” ujarnya

 

Terjadinya kecelakaan yang melibatkan siswa sekolah tersebut membuat pihaknya harus mengambil langkah tepat untuk menghindari kejadian serupa kembali terulang. Bahkan ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan wali siswa dan seluruh jajaran Muspika Kecamatan untuk membahas peristiwa kecelakaan itu.

“Mulai besok kita tidak perkenankan ada lagi siswa yang turun sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Nanti siswa akan dijemput dengan menggunakan mobil dan ini akan kita rapatkan malam ini. Ini dilakukan sebagai antisipasi kita menghindari kecelakaan terjadi kembali,” pungkasnya.(Hendra Irawan)