Miris!!! Sindikat Curanmor Usia Belia Dibekuk, 1 Berstatus Pelajar SMA

 

TANJUNG REDEB – Polres Berau berhasil mengamankan 6 pemuda sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang kerap melakukan aksinya di wilayah Tanjung Redeb sejak Januari hingga Agustus lalu. Selain 6 pemuda tersebut, 1 pelaku lain masuk dalan Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polres Berau.

Dari penangkapan para pelaku, polisi berhasil menyita 17 unit kendaraan roda dua, dimana 14 unit dalam kondisi utuh, dan 3 unit lainnya sudah terurai atau pretelan. Namun, jumlah barang bukti ini kemungkinan masih akan bertambah, lantaran polisi masih terus melakukan pengembangan.

Wakapolres Berau, Kompol Indra Kurniawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Damus Asa mengatakan, dari 6 pelaku curanmor ini, 4 diantaranya masih di bawah umur dan ada yang berstatus sebagai pelajar SMA.

“Yang di bawah umur berinisial Sh (15), Sl (17), Ab (15), dan Ar (16) yang berdomisili di Kecamatan Gunung Tabur, sedangkan dua tersangka lainnya, yaitu Im (20) Sh (19) juga warga Kecamatan Gunung Tabur,” ungkapnya kedua perwira yang baru 1 hari bertugas di Berau saat gelar pers rilis di Polres, Kamis (29/9/2016) pagi tadi.

BACA JUGA : Polres Berau Gelar Sertijab 3 Perwira

Dikatakan Indra, para pelaku melakukan aksinya di jam yang tak menentu, bisa malam ataupun siang hari melihat situasi dimana ada motor yang tak terkunci stang. Sekali melakukan aksinya, pelaku berjumlah dua orang dan setelah berhasil mengambil motor, mereka membawa dengan didorong menggunakan motor lain yang mereka bawa.

“Kapan saja mereka bisa ambil, kalau mereka melihat ada motor tak dikunci stang disitulah mereka melakukan aksinya,” tambahnya.

 

Seluruh barang bukti yang berhasil disita ini, diambil dari rumah pelaku dan beberapa dititipkan kepada rekan-rekannya yang rencananya kendaraan tersebut akan dijual oleh para pelaku.

“Kalau yang kita amankan ini semuanya pemetik atau yang mengeksekusi motor di lapangan, dan kita amankan sebagian dirumahnya dan ada yang dititipkan,” jelasnya

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun kurungan penjara.

“Dengan melihat mudahnya pelaku mengambil kendaraan ini, berarti masyarakat masih kurang menjaga keamanan dirinya sendiri. Saya berharap, masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri untuk menjaga barang berharga miliknya,” pungkasnya.(Dedy Warseto)