Polres Mulai Periksa Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Koperasi Akbar Mandiri

TANJUNG REDEB – Polres Berau melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) mulai lakukan pemeriksaan dugaan penyalahgunaan dana plasma sawit Koperasi Akbar Mandiri di Talisayan. Pemeriksaan yang mulai dilakukan Jum’at (3/6/2016) itu, dilakukan dengan memanggil pihak-pihak terkait.

Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Andreas Nurcahyo Wibowo melalui Kaur Bin Ops, Iptu Suwarno mengatakan, untuk kasus dugaan penyalahgunaan dana yang dilakukan oleh pengurus saat ini terus dikembangkan. Pihaknya juga terus menyelidiki oknum-oknum yang terkiat dalam kasus ini.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, kita juga masih kembangkan siapa saja pihak yang terkait dalam kasus ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Senin (6/6/2016).

Dikatakannya, saat ini pihaknya sudah meminta keterangan perwakilan perusahaan PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation  yang mengurus dana-dana yang dikirim atau disetorkan ke pihak koperasi.

“Kami sudah meminta keterangan pihak perusahaan terkait dana-dana yang diserahkan kepada pengurus untuk melengkapi berkas pemeriksaan saat ini,” tambahnya.

Diperkirakan seminggu ke depan, pihak Polres akan memanggil atau meminta keterangan para pengurus koperasi baik Ketua, Sekretaris, Bendahara maupun yang terlibat didalam kasus ini nantinya.

“Kita perkirakan dalam seminggu kedepan, kami akan memanggil pihak pengurus untuk dimintai keterangan terkait kasus atau laporan ini,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, perwakilan PT TBP Plantation, Fathur Rahman mengakui jika pihaknya sudah diperiksa oleh Polres Berau terkait kasus yang menimpa Koperasi Akbar Mandiri. Namun, saat pemeriksaan, dirinya menjelaskan bahwa pihak perusahaan sama sekali tak pernah terlambat apalagi menunggak pembayaran hak-hak Koperasi Akbar Mandiri.

“Saya sudah diperiksa, kalau dari saya keterangan sesuai apa yang kami lakukan. Kami tidak pernah terlambat ataupun menunggak pembayaran hak-hak anggota koperasi itu,” ujarnya.

Fathur sendiri berharap penanganan kasus ini cepat terselesaikan, agar kerjasama dan hak para anggota Koperasi Bisa kembali diserahkan untuk tahun 2016 ini.

“Tahun-tahun sebelumnya selalu kita bayar. Kalau saya pribadi berharap ini cepat selesai agar dana atau hak para anggota bisa tersalurkan kembali seperti seharusnya,” tuturnya.

Sementara itu, Maridah salah satu anggota Koperasi Akbar Mandiri mengungkapkan, jika selama dirinya bergabung menjadi anggota plasma di Kopersi itu sejak tahun 2011, dirinya memang pernah menerima pembagian dari koperasi tapi pembayarannya yang tak sesuai hasil yang seharusnya diterima pihaknya.

“Tahun 2012 sama sekali saya belum pernah terima hak itu. Sedangkan dari tahun 2013 hingga tahun 2015, saya mamang ada terima namun pembagiannya tidak sesuai dengan hak yang seharusnya saya terima. Hal ini pun dialami oleh anggota Koperasi lainnya. Silahkan ditanyakan ke anggota lainnya,” pungkasnya.(dws)