Pesta Sabu, Pegawai Honorer Satpol PP Digrebek Polisi

 

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau kembali mengamankan 3 orang pengguna dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Karang Ambun, Gang Karet, sekitar pukul 16.30 Wita, Senin (19/9/2016) kemarin.

Masing-masing pelaku berinisial Aw (29), pegawai kontrak Satpol PP, Am (22) dan Rf (18), pengangguran. Selain para pelaku, polisi juga mengamankan 1 poket barang bukti dan sejumlah alat isap sabu.

Kasatreskoba Polres Berau, AKP Herman melalui Kaur Bin Ops (KBO), Ipda Soelarko mengatakan, pengungkapan ini berkat informasi dari masyarakat yang mengetahui adanya ornag yang tengah pesta sabu. Setelah mendapat keterangan dan ciri pelaku, selanjutnya tim langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kita dapat Informasi dari masyarakat, setelah keterangan dan data kami lengkap, kami langsung lakukan penyelidikan," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (20/9/2016).

Dikatakannya, setelah dipastikan para pelaku berada dalam rumah, tim bergerak dan langsung melakukan penggeledahan. Terbukti dua pelaku, Aw dan Am tertangkap tangan sedang pesta narkotika jenis sabu.

"Saat kita grebek, pelaku sempat berupaya menghilangkan barang bukti dengan membuang sabu ke Water Closed (WC)," lanjutnya.

 

Namun, setelah dilakukan penggeledahan di beberapa tempat, polisi berhasil menyita alat isap sabu, handphone yang digunakan untuk transaksi narkotika dan 1 poket sabu yang sebelumnya dibuang ke WC.

"Barang buktinya itu tinggal 1 poket dan di alat isapnya masih ada tersisa," katanya.

Seletah dua pelaku ini berhasil diamankan, polisi kembali mengembangkan asal usul sabu tersebut. Setelah mendapat informasi dari para pelaku ini, polisi kembali berhasil mengamankan 1 orang berinisial Rf di Sambaliung.

"Rf ini yang jual sabu ke dua pelaku yang diamankan sebelumnya, dan pelaku membeli barang bukti sekitar Rp900 ribu," bebernya.

Saat ini pihak kepolisan masih mengembangkan kasus tersebut, diduga masih ada oknum lain di belakang para pelaku ini.

"Masih kami kembangkan, khawatir ada orang lain lagi dalam jaringannya ini," pungkasnya.(Dedy Warseto)