Apa Kabar Kasus Kapal Pariwisata?

 

TANJUNG REDEB – April 2016 lalu, genap satu tahun sudah proses dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau diperiksa pihak kepolisian.

Bahkan, kapal yang diadakan tahun 2010 dengan menggunakan APBD sebesar Rp392,73 juta itu, sejak Juli 2015 telah naik tingkatan dari yang semula penyelidikan menjadi penyidikan. Namun hingga saat ini, proses penyidikan yang dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Berau tampaknya belum menetapkan tersangka kasus ini. Meski sejak tahun lalu, Tipikor Polres Berau telah memeriksa beberapa saksi dan sempat memastikan adanya tersangka.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Andrias Nurcahyo Wibowo mengatakan, sampai saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik dari kontraktor pelaksana hingga pihak Disbudpar Berau. Namun demikian, pihaknya belum bisa menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini lantaran masih dalam tahapan penghitungan kerugian negera.

“Kita memang sudah periksa saksi-saksi, tapi kita belum bisa tetapkan tersangka dalam kasus ini karena kita masih dalam perhitungan kerugian negera oleh tim. Setelah diketahui kerugian negaranya, baru kita bisa tetapkan tersangka,” ungkapnya kepada beraunews.com beberapa waktu lalu.

Ditanya berapa jumlah minimum kerugian negera, Andrias hanya menjawab hal yang senada.

“Saya kembali tegaskan, saat ini masih dalam tahap penghitungan kerugian negara,” tutupnya singkat.

BACA JUGA : “Bangkai” Kapal Pariwisata, Rusak Pemandangan Wisatawan

Diketahui kontraktor pelaksana yang mengerjakan kapal pariwisata itu adalah CV Jaya Bahari dengan surat perjanjian pelaksana pekerjaan Nomor 556/90/PROG-II/2010.(M.S. Zuhrie)