Wakapolres : Pengguna Narkoba Melapor Akan Diobati

 

TANJUNG REDEB – Sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 35/2009 tentang Narkotika dan Peraturan Pemerintah Nomor 25/2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika, pemerintah bersama segenap lapisan masyarakat telah melakukan berbagai langkah dan upaya untuk menyelamatkan para pengguna narkoba dan tidak lagi menempatkan para pecandu itu sebagai pelaku tindak pidana atau pelaku tindak kriminal melainkan sebagai korban.

Oleh karena itu, Polres Berau berkomitmen tidak akan memproses pidana bagi para pecandu narkoba yang melaporkan dirinya sendiri, melainkan memasukan pecandu itu ke tempat rehabilitasi.

“Itu korban ya. Diatur di Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika bahwa setiap orang yang melapor, wajib kita obati. Cukup melaporkan diri saja bahwa saya pengguna, sudah berapa lama,” ungkap Wakapolres Berau, Kompol Agus Siswanto saat ditemui beraunews.com, Rabu (7/9/2016) di Mapolres Berau.

BACA JUGA : Lapor Diri, Pelaku Narkoba Tak Akan Dipenjara

Nantinya, dikatakan Agus, para pecandu ini akan direhabilitasi di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang telah ada dan sudah tersebar di seluruh Indonesia, yang terdiri dari rumah sakit, puskesmas, dan lembaga rehabilitasi medis milik pemerintah atau swasta.

“Disini kita telah bekerja sama dengan instansi lain yakni rumah sakit di Berau ini. Nanti, penganggarannya itu diambilkan di Menteri Kesehatan. Sudah ada beberapa yang melaporkan diri dan langsung ke institusi wajib lapor,” ujarnya.

Dalam wawancara itu, Agus menjelaskan, seluruh IPWL mampu melaksanakan rehabilitasi medis, baik terapi simtomatik maupun konseling adiksi Napza. Sedangkan IPWL berbasis rumah sakit, mampu memberikan rehabilitasi medis dalam bentuk rawat inap yang bersifat jangka pendek dan panjang.

“Nanti, itulah yang akan kita serahkan kepada instansi yang sudah terlatih untuk menanganinya itu. Jadi, rehabilitasinya akan dikirim ke Balikpapan atau Samarinda, tidak masalah itu,” jelasnya,

BACA JUGA : Berau Pernah Urutan Pertama Kasus Narkoba

Terakhir, sesuai Pasal 55 UU Nomor 35/2009, ditegaskan Agus, kalau si pecandu narkoba takut melaporkan diri, maka keluarga si pencandu bisa melaporkan. Si pecandu datang ke IPWL kemudian melapor. Di sini, pecandu harus melakukan registrasi atau pendaftaran terlebih dahulu. Setelah itu akan dilakukan tes urin. Dari hasil tes urin inilah akan dilakukan penilaian hingga nantinya dibuatkan rujukan rehabilitasi sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau yang melapor langsung otomatis diobati. Baik, itu orang tuanya maupun keluarganya bisa langsung melaporkan keluarganya masing-masing. Bisa langsung ke Polres melapornya atau ke rumah sakit juga bisa,” tegasnya.

Perlu diketahui, persyaratan yang diperlukan untuk penilaian atau asessment adalah pertama, surat permohonan ke instansi terkait, kedua, fotocopy identitas pemohon dan terakhir, fotocopy kartu keluarga. Setelah melaporkan diri, maka si pecandu akan menerima kartu wajib lapor. Semua data si pecandu, baik nama dan nomor identitas akan tersimpan secara elektonik di dalam kartu.(Andi Sawega)