Kasus Pembunuhan Darwin, Masuki Tahap 2

TANJUNG REDEB – Kasus penembakan Darwin (17) yang terjadi di Kecamatan Talisayan, Minggu (24/4/2016) lalu sudah menetapkan 3 tersangka, mulai dari eksekutor berinisial LL (17) dan otak pembunuhan, yaitu pasangan suami istri berinisial Ju dan Mg.

Diketahui, LL telah divonis dengan hukuman 5 tahun 6 bulan kurungan penjara. Sementara pasutri yang merupakan otak dari pembuhuhan tersebut, hingga kini Polres Berau sudah melanjutkan ke tahap dua dan sudah melimpahkan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau.

Kasat Reskrim, AKP Andrias Nurcahyo Wibowo, melalui Kaur Bin Ops, Iptu Suwarno mengatakan, jika kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan pada bulan Agustus lalu. Meski sempat ada berkas yang kurang terkait laporkan konfrontasi antara eksekutor dan otak pembunuhan, namun pihaknya sudah melengkapi dan mengembalikan ke Kejaksaaan.

"Sudah kita limpahkan ke kejaksaan kasusnya. Kekurangan berkas sudah kita lengkapi, dan sudah kita kembalikan ke kejaksaan lagi berkasnya," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (5/9/2016).

Sementara itu, jaksa penuntut atas kasus ini belum bisa dikonfirmasi beraunews.com. Saat dilakukan upaya konfirmasi pada Jum’at (2/9/2016) lalu dan Senin (5/9/2016) tadi, pihaknya sedang tidak berada di tempat, dan menurut informasi, pihaknya masih berada di luar Berau.

"Yang menangani kasusnya masih di luar kota," ungkap salah seorang petugas di kejaksaan.

BACA JUGA : Eksekutor Pembunuhan Darwin Divonis 5 Tahun 6 Bulan

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Andi Hardiansyah mengatakan, jika pihaknya juga belum ada menerima perkara atas kasus tersebut. Namun, untuk tersangka yang pertama atau eksekutornya sudah di vonis beberapa bulan lalu.

"Kalau yang lain belum ada, kemarin hanya yang eksekutornya saja dan kami juga masih nunggu berkasnya dari Kejaksaan. Mungkin masih ada yang perlu dibenahi atau dilengkapi sehingga belum sampai ke PN," pungkasnya.(Dedy Warseto)