Asik Balap Liar, 8 Pembalap Ingusan Diamankan

TANJUNG REDEB – Delapan pembalap liar yang masih berstatus pelajr diamankan Polres Berau, Minggu (5/6/2016) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari tadi. Seluruhnya diamankan dijalur yang biasa digunakan balap liar, seperti di Jalan H. Isa II dan APT Pranoto.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Berau, AKP Marwoto mengatakan, para pelajar ini diamankan personel yang melakukan penjagaan setelah mendapat laporan dari masyarakat jika adanya akatifvitas balap liar yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Beberapa kali petugas piket mendapat telepon dari warga yang mengadukan banyaknya remaja yang melakukan balap liar, sehingga mengganggu jam istirahat mereka,” ujarnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, setelah mendapat laporan, personel segera melakukan pemantauan di area jalur balap untuk memastikan siapa saja yang melakukan aksi balap liar. Setelah tim mendapat waktu yang tepat, langsung dilakukan pengamanan terhadap mereka.

“Sempat kabur dan bahkan hampir mencelakakan petugas karena mereka kabur saat digerebek dijalur balapannya. Namun, beberapa petugas sudah melakukan langkah antisipasi dengan menutup beberapa gang-gang kecil agar mereka tidak bisa kabur,” tambahnya.

Setelah seluruhnya diamankan, kemudian dibawa ke Mapolres Berau untuk diberikan pembinaan agar mereka tidak mengulanginya kembali. Sebelum dipulangkan, seluruhnya diminta menghubungi orang tuanya agar dijemput dan orang tua mereka bisa lebih mengawasi.

“Motornya kita serahkan ke Satlantas untuk dikenakan sanksi tilang. Sementara pelaku balap liar ini kita berikan pembinaan dan kita minta orang tua mereka datang ke kantor untuk menjemput,” katanya.

Marwoto menambahkan, sangat disayangkan jika para remaja ini mengalami kecelakaan saat melakukan balap liar. Pasalnya, tak sedikit orang tua mereka bekerja dengan hasil pas-pasan. Selain itu, jika terjadi kerusakan pada fisik, maka akan merugikan si anak ini juga.

“Masa depan mereka masih panjang, jangan dihabiskan untuk hal yang sepertti ini dan dapat membahayakan mereka. Jika mereka mengalami laka (kecelakaan-red), bisa jadi mengancam nyawa ataupun pendidikan mereka bisa terhambat juga,” pungkasnya.(dws)