Karhutla “Dikeroyok” Warga dan Aparat

SEGAH – Polsek Segah menggelar simulasi terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekitar pukul 07.00 Wita, Sabtu (3/9/2016). Simulasi tersebut sebagai tindak lanjut program prioritas Kapolri poin ke-7, yaitu penguatan Harkamtibmas yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan komponen pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan.

Giat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno tersebut diikuti oleh personel Polsek Segah, Personel Koramil Segah, Kepala Kampung Tepian Buah beserta aparatur Kampung, serta masyarakat kampung.

"Pelaksanaan simulasi didasarkan pada skenario yang sudah kita siapkan, mulai dari pencegahan, sosialisasi dan pencarian titik api serta pemadaman api oleh tim terpadu," jelas Budi Witikno kepada beraunews.com.

Menurut catatan kepolisian tahun 2015, Kecamatan Segah menjadi salah satu kecamatan dengan jumlah karhutla cukup banyak, akibatnya kabut asap pekat menyelimuti beberapa kampung sekitar hingga berdampak berhentinya aktivitas belajar mengajar.

"Tahun lalu nenjadi momen buruk terkait karhutla. Jadi tahun ini dan seterusnya momen buruk itu kita inginkan untuk tidak akan terulang kembali," imbuhnya.

Dikatakannya, dalam simulasi ini dilakukan upaya pemadaman kebakaran secara manual oleh masyarakat sekitar hutan. Selain itu juga dilakukan upaya pelaporan terhadap tim untuk segera membantu pemadaman.

"Kita lakukan upaya pemadaman oleh masyarakat dan dibantu oleh aparat baik Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat-red) dan Babinsa (Bintara Pembina Desa-red)," tambahnya.

Menurt Budi, upaya aparat dan pemerintah daerah dalam pencegahan karhutla tersebut akan sia-sia apabila tidak diimbangi dengan pola kerja masyakat yang lebih ramah lingkungan dalam membuka lahan perkebunan. Sehingga dalam hal ini, pihaknya meminta kepada masyarakat agar segera meningalkan sistem membakar lahan dalam membuka lahan.

"Saatnya beralih ke sistem yang lebih ramah, jangan dibakar. Memang di bakar itu cepat dan murah, tapi dampaknya itu sangat bahaya. Jadi, marilah kita jaga sama- sama hutan kita ini dari bahaya kebakaran hutan," imbaunya.

Budi menambahkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab bersama, untuk itu dalam setiap kegiatan pelayanan Polsek seperti Patroli Sambang Warga yang rutin dilakukan dapat menyerap informasi dan pengaduan dari masyarakat apabila ada gangguan kamtibmas seperti kebakaran atau pembakaran hutan dan lahan.

"Kami harap dengan dilakukannya simulasi ini bisa menjadi langkah agar penanggulangan Karhutla bisa segera diatasi sebelum menjadi ancaman bagi masyarakat," pungkasnya.(bnc)