Lahan Pulau Bakungan Besar Diduga Tak Hanya Milik Mardeka Bersaudara

 

TANJUNG REDEB – Gugatan perdata yang teregistrasi dengan Nomor 3/Pdt.G/2018/PN.Tnr di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, yang dilayangkan 9 orang ahli waris almarhum Jaji melawan PT Nabucco Maratua Resort (NMR), semakin menarik saja.

Pasalnya, ahli waris atas kepemilikan lahan Pulau Bakungan Besar atau Virgin Cocoa yang berada di Kecamatan Maratua, ditengarai tak hanya menjadi milik 9 orang ahli waris yang tak lain anak kandung Jaji, yakni Mardeka, Maidi, Aloha, Maeda, Rosana, Sanusi, Efendi, Aslinda, dan Kasmanto. Hal tersebut disampaikan Rusdi bin Midar maupun Saledar bin Hemat saat berkunjung ke redaksi beraunews.com, baru-baru ini.  

Baca Juga : Dituding Melanggar Hukum, PT Nabucco Maratua Resort Dituntut 122,9 Miliar

Saledar mengatakan, dalam gugatan yang diajukan Mardeka bersama 8 orang saudaranya, sama sekali tidak menyertakan 17 orang ahli waris lainnya. Hal ini, tentu saja mengherankan sekaligus menjadi pertanyaan tersendiri bagi mereka.

“Ada apa ini, kok kami para ahli waris tak disertakan dalam gugatan,” tanyanya diamini Rusdi.

Saledar lalu menjelaskan, lahan di Pulau Bakungan Besar itu, sesungguhnya milik Almarhum Meneng. Meneng memiliki 4 orang anak yang kesemuanya juga sudah meninggal dunia, yakni Jaji, Midar, Ratif dan Hemat. Jaji dan Midar masing-masing memiliki 9 orang anak, sementara Ratif dan Hemat memiliki anak berturut-turut 3 orang dan 5 orang. Artinya, cucu dari Meneng secara keseluruhan ada 26 orang ahli waris.(Lihat Grafis Silsilah)

“Nah karena lahan ini milik Meneng dan Meneng mempunyai 4 orang anak dan 26 orang cucu, maka seharusnya ahli waris ada 26 orang, bukan hanya Mardeka bersama kedelapan orang saudaranya saja,” bebernya.

 

Maka dari itu, lanjut Saledar, apa yang disampaikan Direktur II PT NMR, Yusnadi, jika Herman Nari selaku kuasa Direktur dan Komisaris PT NMR yang menandatangani surat kesepahaman bersama tahun 2005 maupun SPKS tahun 2006, menjadi benar adanya, bahwa perwakilan masing-masing ahli waris memang turut bertanda tangan.

“Dari pihak almarhum Jaji yang bertanda tangan Mardeka dan Maidi. Dari pihak almarhum Midar diwakili Rusdi. Pihak almarhum Ratif diwakili Junaidi. Serta, pihak almarhum Hemat diwakili saya (Saledar-red) sendiri,” ucapnya.

Baca Juga : Dituntut 122,9 Miliar, PT Nabucco Maratua Resort : Mardeka Mau Jual Lahan Triliunan

Terkait silsilah ahli waris ini, Saledar mengatakan, majelis hakim hingga penyidik, silahkan datang ke Maratua untuk melakukan pengecekan secara langsung. Pasalnya, di Maratua masih banyak saksi yang mengetahui kebenaran ahli waris lahan di Pulau Bakungan Besar tersebut.

“Kami hanya ingin agar hak kami selaku ahli waris tidak dihilangkan saja. Sebab, memang tak enak rasanya,” tandasnya.(bnc)