Pelaku Pembunuhan Cinta Segitiga Divonis10 Tahun Penjara

 

TANJUNG REDEB – Setelah menjalani 10 kali persidangan, majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb akhirnya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Darsih (65) dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Bahar (55), warga Km 2 Jalan Raya Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung.

Pembunuhan berencana didakwakan kepada Darsih, lantaran dalam fakta persidangan, diketahui jika sebelum melakukan pembunuhan, Darsih, warga Gang Rawa, Jalan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, telah memikirkannya secara matang dan terlebih dahulu mempersiapkan alat sebelum melaksanakan niatnya untuk membunuh Bahar.

Pantauan beraunews.com secara langsung di sidang terbuka untuk umum di Ruang Sidang Kartika Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Senin (23/04/2018), putusan Majelis Hakim tersebut, jauh lebih rendah dari dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto pasal 338, dengan hukuman pidana penjara 15 tahun.

Baca Juga : Cinta Segitiga Berujung Maut Terjadi di Rumah Duka Korban Kebakaran

Meskipun, dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim, seluruh alat bukti secara sah dan meyakinkan saling berkesesuaian telah menguatkan fakta-fakta hukum yang tidak bias disangkal kebenarannya telah memenuhi lima unsure dalam pembunuhan berencana, yakni barang siapa, disengaja, direncanakan, merampas nyawa orang lain, dan orang yang melakukan. Namun, tetap saja majelis hakim memberikan putusan 10 tahun penjara kepada terdakwa.

 

Putusan 10 tahun penjara tersebut, diambil majelis hakim setelah mempertimbangkan segala hal yang meringankan maupun memberatkan Darsih. Adapun hal-hal yang meringankan perbuatan Darsih, yakni terdakwa mengakui perbuatannya, setelah melakukan perbuatannya, terdakwa langsung menyerahkan diri, terdakwa belum pernah dijatuhi hukuman pidana, serta terdakwa melakukan perbuatannya tersebut karena istrinya telah direbut oleh korban. Sementara, hal-hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa masuk katagori sangat meresahkan dan terdakwa tidak menyesali perbuatannya.

"Mengingat pasal 340 KUHP, Undang-Undang Nomor 8/1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lainnya yang bersangkutan, mengadili terdakwa Darsih bin Asnawi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, oleh karenanya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Darsih bin Asnawi dengan pidana penjara selama 10 tahun dikurangkan masa tahanan yang telah dijalani terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim sekaligus Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Abu Achmad Sidqi Amsya saat membacakan putusan di PN Tanjung Redeb didampingi Hakim Anggota Andi Hardiansyah dan Rakhmat Priyadi.

 

Terhadap putusan ini, Ketua Majelis Hakim kemudian mempersilahkan terdakwa (Darsih) untuk berpikir selama 7 hari, apakah menerima atau melakukan upaya hukum banding. Hal serupa  juga dilakukan kepada Jaksa Penuntut Umum. Alhasil, baik terdakwa, Penasehat Hukum maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan akan berpikir-pikir selama 7 hari.

“Terhadap putusan ini kami akan berpikir-pikir selama 7 hari,” ujar Penasehat Hukum Terdakwa, Sri Wahyuni dan Jaksa Penuntut Umum, Nanang Prihanto.

Untuk diketahui, Bahar dibunuh Darsih pada 22 Oktober 2017 sekitar pukul 08.30 Wita di Jalan Pendidikan Gang Rambai RT 03 Kampung Sei Bebanir Bangun Kecamatan Sambaliung. Bahar diketahui merupakan suami siri Drn (45), yang tak lain istri sah Darsi.(NR Dewi/bnc)