Pelaku Sesungguhnya Terungkap, Sopian Terdakwa Cabuli Anak Kandung Bebas Murni

 

TANJUNG REDEB – Masih ingat dengan Sopian Hari (42) warga Jalan Gatot Subroto RT 5, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, yang pada 2 Agustus 2017 lalu diamankan Polres Berau setelah dilaporkan Iw (38), istrinya sendiri lantaran diduga tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri SA (14). Bahkan kala itu, Sopian Hari dikatakan sudah melakukan aksi bejadnya berulang kali sejak tahun 2015.

BACA JUGA : Tega, Ayah Cabuli Anak Kandungnya Berulang Kali

Tapi sejak Kamis (01/03/2018), Sopian Hari sudah kembali menghirup udara bebas. Pasalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb yang diketuai Ennierlia Arientowaty, dengan Hakim Anggota Hilarius Grahita Setya Atmaja dan Andhika Perdana, dalam amar putusannya, menyatakan jika Sofian Hadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap SA.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Pius Pati Molan Penasehat Hukum Sopian Hari, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, majelis hakim tak sekedar memerintahkan penuntut umum untuk membebaskan Sopian Hari dari tahanan, melainkan juga memulihkan hak kliennya dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya.

“Untuk pertimbangan majelis hakim membebaskan Sopian Hari kami belum terima, hanya petikan putusan bernomor 252/Pid.sus/2017/PN.Tnr tertanggal 3 Maret 2018 saja yang kami terima. Namun demikian, kami yakin majelis hakim sependapat dengan pembelaan kami, bahwa Sopian Hari sama sekali tak bersalah sebagaimana dakwaan pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35/2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan tuntutan 10 tahun penjara subsider Rp100 juta diganti dengan 6 bulan masa tahanan,” beber Pius kepada beraunews.com, Selasa (06/03/2018).

 

Meski hanya menerima petikan putusan, namun Pius membeberkan penyebab bebasnya Sopian dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Menurut Pius, dalam fakta persidangan telah terang benderang terungkap, jika pelaku pencabulan terhadap SA bukanlah Sopian, melainkan HN (36), yang tak lain guru pramuka SA yang juga dalam persidangan diketahui sebagai pacar SA.

Motifnya itu, lanjut Pius, hubungan pacaran HN dan SA yang tak direstui Sopian. Lantaran tak direstui inilah, HN yang juga sorang PNS di salah satu Dinas di lingkungan Pemkab Berau itu, kemudian membuat skenario seolah-olah Sopian yang melakukan pencabulan terhadap SA. Tujuan, agar Sopian dipenjara dan mereka bebas pacaran. Bahkan, HN-lah yang mendorong Iw (Ibu SA) untuk melaporkan Sopian ke Polres Berau.

“Jika digambarkan, cerita dan kronologis yang dirancang HN itu, mirip sekali dengan skenario cerita sinetron. Padahal yang mencabuli SA itu, ya HN sendiri dan itu dilakukan dilakukan HN saat kegiatan pramuka di Bukit Perkemahan Pramuka di Prapatan. Pengakuan ini, sudah diakui sendiri oleh SA dan HN di dalam persidangan, yang secara otomatis menjadi fakta persidangan,” ungkapnya.

 

Ketika Sopian dinyatakan tak bersalah dan bebas menurut hukum, maka setidaknya ada 2 kasus hukum baru dari perkara ini, yakni keterangan palsu dan pencabulan anak di bawah umur oleh pelaku lainnya? Ditanya begitu, Pius mengatakan, untuk hal tersebut, masih akan dipikirkan pihaknya terlebih dahulu.  

“Yang jelas, saat ini Sopian Hari sudah bebas dan tegas saya sampaikan bukan dia pelakunya,” tandasnya.(bnc)