Tak Ada Tersangka Baru Pembunuhan Samir, Masih Jadi Pertanyaan

 

TANJUNG REDEB - Keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb terhadap Laminyo CS atas kasus pembuhunan Samir (57), pengusaha warga Jalan Gajah Mada Kecamatan Tanjung Redeb pada April 2017 lalu, dinilai ada kejanggalan tersendiri.

Pasalnya, dalam amar putusannya, Kamis (25/01/2018) lalu, Majelis Hakim secara gamblang menyatakan tidak ada orang lain selain para terdakwa (Laminyo, Supriadi, dan Wahyudin-red) yang melakukan pembunuhan berencana terhadap Samir.

“Bahwa tidak ada orang lain selain para terdakwa yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan meninggalnya Samir, sehingga jelas dan nyata jika terdakwa melakukan hal tersebut didasari hal kesengajaan,” ujar Hakim Anggota Hilarius Grahita Setya Atmaja membacakan amar putusan didampingi Ketua Majelis Hakim Ennierlia Arientowaty dan Hakim Anggota Andhika Perdana.

Baca Juga : Pembunuhan Berencana dan Sadis, Laminyo CS Divonis 20 Tahun

Amar putusan ini dinilai bertolak belakang dengan sikap Majelis Hakim pada persidangan kedua, Kamis (28/09/2017) lalu. Saat itu, Majelis Hakim tampaknya sempat menduga adanya tersangka baru dalam kasus pembunuhan Samir. Hal ini dilatarbelakangi oleh pernyataan salah satu saksi Hermiyati (istri Samir-red) yang terkesan berbelit-belit saat memberikan kesaksian dan tidak mempunyai ekspresi kesedihan sama sekali atas terbunuhnya Samir.

Hakim bahkan berkali-kali mengingatkan Hermiyati untuk tidak memberikan keterangan palsu sebagaimana diatur Pasal 242 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yakni tujuh tahun penjara jika meringankan terdakwa dan sembilan tahun jika memberatkan terdakwa.

“Saya ini sudah puluhan tahun menangani sidang pembunuhan, dan saya bisa membedakan mana saksi yang berkata jujur, mana yang berbohong. Saya ingatkan saksi berada di bawah sumpah. Jika tidak jujur akan kami kenakan Pasal 242 KUHP dengan ancaman 7 atau 9 tahun penjara,” tegas Ennierlia diamini dua anggota majelis hakim lainnya.

Dugaan tersebut semakin diperkuat oleh keterangan dua orang saksi lainnya, yakni Melati (menantu Hermiyati) dan Yuliana (karyawan Hermiyati). Dimana Melati dalam persidangan menunjukkan bukti rekaman dugaan hubungan spesial alias perselingkungan Hermiyati dengan Laminyo, sementara Yuliana menyatakan sudah dua kali memergoki Hermiyati berciuman dengan Laminyo. Meskipun kesaksian tersebut disangkal oleh Hermiyati dan Laminyo.

“Tidak benar yang disampaikan mereka,” tutur Hermiyati dan Laminyo kala itu.

Baca Juga : Dua Saksi Nyatakan Adanya Dugaan Hubungan Spesial, Majelis Hakim Ragukan Kesaksian Istri Samir

Pihak keluarga Almarhum Samir yang tak mau namanya disebutkan mempertanyakan mengapa dari 8 kali sidang, Hermiyati hanya datang 2 kali, yakni saat sidang kedua (saat ia menjadi saksi) dan saat sidang keempat.

“Kenapa sebagai istri Samir, Hermiyati hanya 2 kali datang ke persidangan, bukankah Ketua Majelis Hakim memerintahkan Hermiyati datang setiap kali persidangan,” ungkapnya. 

Namun demikian, sikap Majelis Hakim itupun masih beralasan, sebab sepanjang persidangan berlangsung, tidak ada terdakwa lain yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

“Menimbang selama persidangan berlangsung tidak ada orang yang lain, selain Supriadi, Wahyudin dan Laminyo sebagai terdakwa yang diajukan oleh penuntut umum dalam persidangan yang akan dibacakan dalam persidangan ini,” tutur Hilarius.

Untuk diketahui, Laminyo CS akhirnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim atas perbuatannya. Putusan Majelis Hakim itu, jauh lebih rendah dari dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1, dengan hukuman pidana penjara seumur hidup.(hnf/bnc)