Pembunuhan Berencana dan Sadis, Laminyo CS Divonis 20 Tahun

 

TANJUNG REDEB - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Laminyo, Supriadi dan Wahyudin dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Samir.

Pantauan beraunews.com secara langsung di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, putusan Majelis Hakim tersebut, jauh lebih rendah dari dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto pasal 55 ayat 1 ke 1, dengan hukuman pidana penjara selama seumur hidup.

Meskipun, dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim, seluruh alat bukti secara sah dan meyakinkan saling berkesesuaian telah menguatkan fakta-fakta hukum yang tidak bisa disangkal kebenarannya telah memenuhi lima unsur dalam pembunuhan berencana, yakni barang siapa, disengaja, direncanakan, merampas nyawa orang lain, dan orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan. Namun, tetap saja majelis hakim memberikan putusan 20 tahun penjara kepada terdakwa.

Adapun hal-hal yang memberatkan pada Laminyo CS, yakni perencanaan terdakwa dilakukan secara matang dan perbuatan tergolong sadis. Sementara hal-hal yang meringankan, yakni terdakwa belum pernah di hukum dan para terdakwa memiliki istri dan anak yang menjadi tanggungannya.

 

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan pembunuhan yang dilakukan secara berencana, menjatuhkan pidana penjara pada diri terdakwa masing-masing selama 20 tahun dikurangkan dengan masa tahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim Ennierlia Arientowaty saat membacakan putusan di PN Tanjung Redeb didampingi Hakim Anggota Hilarius Grahita Setya Atmaja dan Andhika Perdana, Kamis (25/01/2018).

Terhadap putusan ini, Ketua Majelis Hakim kemudian mempersilahkan para terdakwa (Laminyo CS) untuk berpikir apakah menerima atau melakukan upaya hukum banding atau berpikir-pikir selama 7 hari. Hal serupa juga dilakukan kepada Jaksa Penuntut Umum. Terhadap putusan ini, baik Penasehat Hukum maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan akan berpikir-pikir selama 7 hari.

“Terhadap putusan ini kami akan berpikir-pikir selama 7 hari,” ujar Penasehat Hukum Terdakwa, Penny Isdhan Tommy dan Jaksa Penuntut Umum, Nanang Prihanto.

 

Sementara itu, atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap para terdakwa, keluarga Samir tak terima dan melakukan protes keras di depan ruang persidangan.

“Dimana keadilannya ini. Banyak pengadilan, tapi tak ada keadilan. Keadilan hanya untuk yang punya uang,” ucap anak almarhum Samir, Lilis.

Untuk diketahui Samir dibunuh Laminyo CS pada 22 April 2017 dan ditahan di Rutan Klas IIB Tanjung Redeb oleh penyidik Polres Berau sejak 30 April 2017.(bnc)