Tersisa 4 Bangunan Sengketa Lahan KH Dewantara

TANJUNG REDEB – Hingga kini masih ada 4 bangunan yang berdiri di lahan sengketa Jalan KH Dewantara yang belum menemukan titik temu terkait mediasi yang dilakukan Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb.

Koordinator tim penanganan kasus sengketa Jalan KH Dewantara, Alex Suryanata mengatakan, 4 bangunan yang belum bisa dimediasi atau belum menerima keputusan hukum tersebut termasuk bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjung Redeb.

“Sampai saat ini masih ada 4 bangunan lagi yang kita upayakan untuk mediasi. Salah satunya bangunan sekolah MIN itu yang hingga kini belum bisa menerima keputusan hukum tersebut,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, sampai saat ini dirinya masih akan kembali berkoordinasi dengan tim Posbakumadin. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Posbakumadin Pusat di Jakarta untuk menentukan langkah lanjutan yang akan diambil untuk menindaklanjuti putusan hukum ini.

“Saya masih menunggu rekan-rekan untuk kembali berkoordinasi, selain itu juga kita harus koordinasi dengan Posbakumadin pusat untuk menentukan langkah apa yang akan kita ambil,” bebernya.

Alex menjelaskan, pihak penggugat masih tetap menginginkan perkara ini diselesaikan secara kekeluargan dengan adanya ganti rugi dari pemilik bangunan yang berdiri di atas lahan sengketa tersebut. Meski beberapa sudah melakukan ganti rugi, namun yang belum bisa terima putusan hukum ini akan tetap dilakukan mediasi sementara ini.

“Kalau langkah kita untuk mediasi masih tetap berjalan kepada pemilik 4 bangunan tersebut, tapi kalau memang tak ada titik terang maka akan ada langkah yang kita lakukan,” pungkasnya.(dws)