Dua Saksi Nyatakan Adanya Dugaan Hubungan Spesial, Majelis Hakim Ragukan Kesaksian Istri Samir

 

TANJUNG REDEB – Kasus pembunuhan Samir (57), pengusaha warga Jalan Gajah Mada Kecamatan Tanjung Redeb pada April 2017 lalu, kini telah memasuki masa persidangan kedua di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb Kelas II, Kamis (28/09/2017) kemarin.

Persidangan kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa utama Laminyo (44) serta Wahyudin (34) dan Supriadi (27) selaku eksekutor pembunuhan itu, dipimpin Hakim Ketua Ennierlia Arientowaty, serta dua orang hakim anggota, Hilarius Grahita Setya Atmaja dan Andhika Perdana. Agenda sidang kedua ini, mendengarkan keterangan tiga orang saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum. Ketiga saksi tersebut, yakni Hermiyati alias Emi, yang tak lain istri Samir, Melati menantu Hermiyati dan Yuliana karyawan Hermiyati.
 
Pantauan beraunews.com, tampaknya ketiga majelis hakim tidak mempercayai keterangan Hermiyati, menduga ia memberikan keterangan palsu serta menyembunyikan sesuatu. Pasalnya, dalam memberikan kesaksian, Hermiyati menjawab terlalu lancar, berbelit-belit serta tidak mempunyai ekspresi kesedihan sama sekali atas terbunuhnya Samir. Akibatnya, majelis hakim berkali-kali mengingatkan Hermiyati terkait ancaman hukum kesaksian palsu sebagaimana diatur Pasal 242 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yakni tujuh tahun penjara jika meringankan terdakwa dan sembilan tahun jika memberatkan terdakwa.
 
“Saya ini sudah puluhan tahun menangani siding pembunuhan, dan saya bisa membedakan mana saksi yang berkata jujur, mana yang berbohong. Saya ingatkan saksi berada di bawah sumpah. Jika tidak jujur akan kami kenakan Pasal 242 KUHP dengan ancaman 7 atau 9 tahun penjara,” tegas Ennierlia diamini dua anggota majelis hakim lainnya.

 

Ketidak percayaan majelis hakim tersebut kemudian mengarah pada kecurigaan jika ada motif lain dari pembunuhan Samir selain sakit hati sebagaimana pengakuan Laminyo. Kecurigaan dimaksud, yakni adanya hubungan khusus antara Hermiyati dengan Laminyo hingga kemungkinan bertambahnya tersangka baru.

BACA JUGA : Laminyo CS Terancam Hukuman Mati

Kecurigaan itu kemudian diperkuat oleh keterangan dua orang saksi lainnya, Melati dan Yuliana. Dimana dalam persidangan, Melati menunjukkan bukti rekaman dugaan hubungan spesial alias perselingkuhan Hermiyati dengan Laminyo. Sementara Yuliana mengatakan, jika dirinya sudah dua kali memergoki Hermiyati berciuman dengan Laminyo.
 
“Kedekatan mereka (Hermiyati dengan Laminyo-red) sering saya lihat sendiri, apalagi saya tinggal serumah dengan Hermiyati dan Samir. Saya juga memiliki bukti kedekatan Hermiyati dan Laminyo yang saya simpan di HP,” beber Melati.
 
“Ciuman pertama di rumah Kampung Bugis Jalan Gajah Mada, ciuman kedua di rumah sudut kilometer 5. Bahkan, Laminyo beberapa kali pernah mengatakan kepada saya, kalau seandainya nanti dia menjadi bos, maka dia minta saya bekerja dengannya,” tutur Yuliana.
 
Terkait kesaksian kedua saksi tersebut, Hermiyati dan Laminyo saat dikonfrontir majelis hakim, jaksa penuntut umum dan penasehat hukum, sama-sama membantah kesaksian yang disampaikan Melati dan Yuliana.
 
“Tidak benar yang disampaikan mereka,” tutur Hermiyati dan Laminyo.(*bnc)