Dokter Gadungan Asal Tiongkok Divonis 6 Bulan

 

TANJUNG REDEB – Sidang agenda putusan atas kasus dokter gadungan dengan terdakwa Warga Negara Asing (WNA) Huang Wenbin (40) dan Zhezhong (50) warga Tiongkok, digelar sekitar pukul 10.00 Wita, Jumat (20/01/2017) pagi tadi. Dalam sidang tersebut, kedua terdakwa didampingi Russel Hanky Chow, penerjemah bahasa.

Kedua terdakwa tampak tenang mengikuti dan mendengarkan amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Ennierlia Arientowaty. Dalam sidang putusan ini, kedua terdakwa divonis 6 bulan serta denda Rp10 juta.

Dalam membacakan amar putusan, Ennierlia Arientowaty mengatakan, kedua terdakwa terbukti secara sah dengan sengaja menyalahgunakan tujuan izin tinggal, dan memutuskan kedua terdakwa dihukum 6 bulan kurungan penjara dan denda Rp10 juta, dengan catatan jika denda tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

BACA JUGADokter Gadungan Asal Tiongkok Diamankan Imigrasi    

Selain itu, barang bukti berupa 1 buah paspor asli milik kedua terdakwa dikembalikan dan barang bukti lain disita untuk dimusnahkan. Serta menetapkan masa tahanan yang sudah dijalani oleh kedua terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp5.000.

 

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Andy Hardiansyah mengatakan, jika putusan tersebut sudah dipertimbangkan oleh majelis hakim. Tuntutan sebelumnya dari jaksa penuntut umum yakni, 8 bulan dengan denda Rp50 juta subsider 1 bulan.

"Setelah dipertimbangkan, maka majelis memutuskan kedua terdakwa divonis 6 bulan kurungan penjara dengan denda Rp10 juta subsider 1 bulan, dan kedua terdakwa diberi waktu 7 hari untuk berpikir," ungkapnya saat ditemui beraunews.com sesudah sidang.

BACA JUGA : Dokter Gadungan Asal Tiongkok Bakal Segera Disidang

Terpisah, penerjemah bahasa kedua terdakwa Russel Hanky Chow mengatakan, jika kedua terdakwa menerima putusan yang dibacakan oleh majelis hakim dan bersedia menjalani sisa hukuman yang masih ada.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia