Pasutri Pembunuh Darwin Divonis 10 dan 13 Tahun Penjara

 

TANJUNG REDEB – Sidang penuntutan terdakwa kasus pembunuhan kisah cinta segi tiga antara Megawati dengan Darwin, akhirnya menemui puncaknya. Setelah mengikuti beberapa kali sidang dengan agenda pembacaan putusan, dua orang terdakwa otak pembunuhan Megawati (23) dan sang suami Jumadi (35), akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Kamis (12/01/2017) siang.

Dalam sidang tersebut, Jumadi yang memiliki peran sebagai pengemudi kendaraan, dijatuhi vonis kurungan penjara 10 tahun. Sementara sang istri mendapatkan vonis kurungan penjara 13 tahun. Putusan tersebut berbeda dari yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 12 tahun untuk keduanya.

Ditemui usai sidang, Humas PN Tanjung Redeb Andi Hardiansyah, yang juga menjadi hakim ketua dalam pengadilan penjatuhan vonis ini mengatakan, perubahan yang terjadi atas putusan itu diberikan berdasarkan peran keduanya dalam aksi tersebut.

“Dalam perbuatan sadis keduanya hingga mengakibatkan hilangnya nyawa Darwin, salah seorang warga Kecamatan Biatan itu, sang istri yakni Megawati memiliki peran yang sangat penting sebagai otak dari aksi tersebut,” ungkapnya kepada beraunews.com.

BACA JUGA : Eksekutor Pembunuhan Darwin Divonis 5 Tahun 6 Bulan

Berdasarkan peran itulah, majelis hakim sepakat menambah hukuman Megawati satu tahun dari tuntutan yang dilakukan oleh JPU. Sementara sang suami, Jumadi hanya sebagai pendukung sang istri untuk menjalankan rencananya tersebut.

“Dari hasil persidangan sebelumnya, Megawati adalah otak dibalik pembunuhan Darwin, karena dia yang merencakan sejak awal, hingga mengatur lokasi eksekusi yang dilakukan oleh LK (17). Jauh berbeda dengan suaminya yang hanya mengantarkan istrinya ke lokasi eksekusi. Atas pertimbangan itulah mengapa vonis yang dijatuhkan berbeda bagi kedua pelaku ini,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia