3 Saksi Berikan Keterangan Pembunuhan Darwin

 

TANJUNG REDEB – Tiga orang saksi sudah diperiksa di persidangan untuk memberikan keterangan terkait otak pembuhuhan Darwin (23), warga Kecamatan Biatan, yakni pasangan suami istri Ju dan MG yang terjadi pada April 2016 lalu.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Andi Hardiansyah mengatakan, pekan lalu sudah tiga saksi diperiksa di persidangan baik orang tua korban, maupun warga sekitar dan pelaku eksekutornya. Tiga saksi ini diminta memberikan keterangan terkait kasus yang menewaskan Darwin dengan 6 peluru ditubuhnya tersebut.

"Sidang sudah dilakukan, dan agendanya baru keterangan saksi-saksi saja dulu, dan saat ini baru ada 3 saksi yang diperiksa," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (8/11/2016).

Dikatakannya, sidang rencananya akan dilanjutkan dan Jaksa Penuntut masih akan mendatangkan 2 saksi lain, yakni dokter yang memeriksa jasad korban dan orang yang pertama kali menemukan jasad korban.

"Nanti akan ada saksi lagi dari Jaksa Penuntut, kalau yang eksekutornya sudah kita minta keterangan bersamaan dengan tiga saksi pertama," tambahnya.

Dari tiga saksi yang sudah dimintai keterangan tak ada yang membantah jika pasutri tersebut merupakan otak pembunuhan Darwin. Apalagi keterangan sang eksekutor yang mengaku disuruh oleh pasangan tersebut untuk melakukan aksinya.

"Keterangan mereka semua tak ada yang membantah jika otak pembunuhan adalah pada terdakwa," tambahnya.

Dari ancaman hukuman sendiri, terdakwa diancam Pasal 340 KUHP tentang pembuhuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara hingga hukuman mati.(Dedy Warseto)