Kasus Pulau Panjang, Warga Sampaikan Tuntutan Rp50 Miliar

TANJUNG REDEB – Seperti yang dijadwalkan sebelumnya, Senin (5/9/2016), warga Pulau Panjang selaku penggugat akan melayangkan beberapa resume dalam mediasi perkara kepada pihak Kumala Jaya selaku tergugat.

Dua resume yang diajukan oleh pihak penggugat, yakni tergugat tidak boleh menganggu dengan cara apapun dan dalam bentuk apapun lahan milik kliennya di Jalan Pulau Panjang.

"Ada dua tuntutan yang kita layangkan, salah satunya itu," ungkapnya Kuasa Hukum Warga Pulau Panjang, Rizky Rismawan kepada beraunews.com.

Dikatakannya, tuntutan kedua, warga meminta agar pihak tergugat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp50 miliar seandainya pihak tergugat ingin menguasai atau memiliki lahan yang diperkarakan saat ini.

“Jumlah itu bukan untuk beberapa orang, tapi untuk semua warga yang terkena gusuran," tambahnya.

BACA JUGA : Gugatan Warga Pulau Panjang, Masuki Tahap Mediasi

Ditambahkannya, jika tuntutan ini tidak disepakati oleh pihak tergugat, maka pihaknya akan melanjutkan ke proses hukum. Namun, jika memang ada kata sepakat, maka akan dikoordinasikan kembali dengan para korban penggusuran.

"Kalau memang disepakati akan kita koordinasikan lagi, kalau tidak, maka kita lanjutkan ke proses hukum," jelasnya.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb yang juga selaku mediator perkara, Andi Hardiansyah mengatakan, terkait tuntutan yang disampaikan pihak penggugat tersebut, pihak tergugat meminta untuk menyampaikan pendapat mereka pada Kamis (15/9/2016) nanti.

“Sebenarnya hanya 1 minggu aja batas waktunya. Tapi karena Senin depan lebaran, maka kita berikan mereka (tergugat-red) waktu," pungkasnya.(Dedy Warseto)