Gugatan Warga Pulau Panjang, Masuki Tahap Mediasi

TANJUNG REDEB – Sempat tertunda, sidang gugatan yang dilayangkan warga Jalan Pulau Panjang terhadap pihak Kumala Jaya akhirnya dilaksanakan sekitar pukul 10.30 Wita, Selasa (30/8/2016) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb. Namun, sidang tak sempat berjalan lantaran sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma), perkara diproses secara mediasi terlebih dahulu.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum warga Pulau Panjang, Rizky Rismawan dari Lembaga Advokasi Indonesia (LAI) mengatakan, terkait mediasi ini pihaknya akan membuat resume konteks perdamaian kepada mediator pada tanggal 5 September 2016 mendatang.

"Ada 2 poin konteks yang akan kami sampaikan, seperti ganti rugi dan juga kami menganggap jika SK hak lawan itu tidak memiliki kekuatan hukum," ungkapnya saat ditemui beraunews.com usai sidang.

BACA JUGA : Sengketa Lahan Pulau Panjang Ternyata Masih Berlanjut

Dikatakannya, pihaknya melihat pertimbangan terdahulu. Pasalnya, selain tak dilibatkannya pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), pihaknya merasa tidak ada uji materi sebelumnya.

"Kami minta nanti pihak PN melihat materi dari gugatan kami, karena ada beberapa kejanggalan yang kami rasakan," tambahnya.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan kembali berkoordinasi dengan masyarakat terkait apa keinginan lainnya yang akan disampaikan dalam resume konteks nanti, sehingga akan kita sampaikan dan diserahkan bersamaan pada 5 September itu.

"Sementara ini dari kami 2 itu dulu, gugatan dan menganggap SK lawan tidak memiliki kekuatan hukum, tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan masyarakat," lanjutnya.

Terpisah, Andy Hardiansyah selaku Humas PN dan mediator perkara menjelaskan, jika mediasi dipilih karena memang setiap perkara yang masuk harus melalui tahap mediasi. Pihaknya juga akan mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik atas perkara ini.

"Jika memang menemukan solusi nantinya, maka akan kita buatkan akte perdamaian, dalam arti perkara tidak kita lanjutkan," bebernya

BACA JUGA : Korban Penggusuran Pulau Panjang Sampaikan Sikap

Selain itu, jika memang mediasi yang dilakukan gagal, maka perkara akan dilanjutkan dengan membacakan gugatan.

"Upaya mediasi pertama 30 hari dan jika memang disepakati bisa diperpanjang 40 hari, jika memang tidak, maka akan kita lakukan sidang kembali dengan agenda pembacaan perkara," pungkasnya.(Dedy Warseto)