Korban Penggusuran Pulau Panjang Sampaikan Sikap

TANJUNG REDEB – Jelang sidang tuntutan yang dilayangkan korban penggusuran di area Jalan Pulau Panjang, puluhan masyarakat pulau panjang beserta aliansi peduli penggusuran warga pulau panjang menyampaikan sikap di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb.

Penanggungjawab kegiatan, Ismail M. Noor menyampaikan 4 sikap di depan pengadilan, yakni :

  1. Kami mereka berkeyakinan pelaksana pengambil keputusan di tingkat pengadilan tidak masuk angin akibat adanya kekuatan pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi sidang.
  2. Kami sangat berharap proses tahapan persidangan berjalan lancar dan dilaksanakan secara cepat, sesuai harapan dan hati nurani kita yang selalu berpijak pada Ketuhanan Yang Maha Esa dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  3. Atas nama rakyat pencari keadilan, kami meminta ketegasan hakim yang mulia agar setiap tahapan sidang tidak kembali molor sebagaimana pernah terjadi pada jadwal persidangan sebelumnya.
  4. Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar membantu kami melakukan pengawasan disetiap persidangan.

Menanggapi hal tersebut, Humas PN Tanjung Redeb, Adi Hardiansyah mengatakan, pihaknya menerima penyampaian sikap yang dilakukan masyarakat. Pihaknya juga tidak ada kepentingan dalam penundaan sidang sebelumnya. Penundaan murni karena adanya urusan yang tak bisa ditinggal, dan upaya mempercepat sudah dilakukan namun, ada kesalahan teknis.

“Terkait penyampaian yang menyatakan tahapan sidang molor, kami pernah menyampaikan hal itu melalui media bahwa memang ada problem. Tapi kita sudah jadwalkan untuk sidang nantinya,” katanya.

BACA JUGA : Sengketa Lahan Pulau Panjang Ternyata Masih Berlanjut

PN juga merespon apa yang disampaikan oleh masyarakat. Meski keputusan sebelumnya sudah inkrah, namun tuntutan bebas dilayangkan oleh warga Negara Indonesia karena itu merupakan hak masyarakat,” pungkasnya.(Dedy Warseto)