Pulau Maratua Belum Prioritas

TANJUNG REDEB – Meski Pulau Martua merupakan salah satu pulau terluar yang ada di wilayah Indonesia dan rawan terjadinya gangguan keamanan, namun Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Tarakan, Laksamana Pertama Wahyudi H Dwiyono menilai kondisi Pulau Maratua memiliki tingkat kerawanan yang tergolong kecil. Sehingga, Pulau Maratua belum menjadi prioritas utama Lantamal XIII Tarakan.

“Kalau Pulau Maratua itu tingkat kerawanannya masih sangat kecil dan masih di batas wajar. Jadi kita masih belum masukan Pulau Maratua sebagai prioritas pengamanan utama kami,” terang Danlantamal dalam kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Berau, Jumat (22/7/2016).

Selain berkoordinasi terkait rencana peningkatan status Pos TNI AL yang ada di Berau menjadi Pangkalan TNI AL (Lanal), kunker Danlantamal direncanakan akan meresmikan Pos TNI AL di Pulau Maratua.

“Pos TNI AL ini bukan baru di bangun, tetapi pos yang sudah ada di renovasi menjadi lebih layak dari yang sebelumnya,” tambah Danlantamal.

Dikatakan Danlantamal, saat ini sendiri Pos TNI AL yang ada di Kabupaten Berau berada di empat wilayah, yakni di Pulau Derawan, Pulau Maratua, Kampung Teluk Sulaiman Kecamatan Biduk-Biduk dan di Kecamatan Tanjung Redeb. Di setiap pos tersebut, telah disiagakan 5 orang prajurit.

“Melihat kondisi perairan Berau ini, 5 orang prajurit sudah maksimal untuk setiap pos yang ada. Nanti kalau terjadi gangguan keamanan, personil yang ada tak mampu menangani, baru kita plot (kirim-red) prajurit kita yang dari Tarakan,” pungkasnya.(msz)