Ternyata Tugas Babinsa Amat Vital Bagi Negara

TANJUNG REDEB – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0902/TRD, Letkol CZI Slamet Santoso, mengungkapkan fungsi dan peranan penting Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI-AD dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pedesaan atau perkampungan.

Tak hanya itu, seorang Babinsa memiliki kemampuan melakukan pembinaan terhadap masyarakat  guna mengetahui dan membaca sejak dini potensi konflik yang dapat timbul dan terjadi di wilayah pedesaan, seperti mencegah masuknya paham komunisme serta mempengaruhi masyarakat untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik demi menjaga kondusifitas wilayah mereka, swasembada pangan serta penanganan kebakaran lahan dan hutan juga termasuk dalam tugas seorang Babinsa.

“Sesuai dengan namanya, Babinsa adalah Bintara Pembina Desa, sudah pasti tugasnya adalah melakukan pembinaan terhadap desa. Babinsa sering disebut mata dan telinganya angkatan darat, karena dia adalah ujung tombak yang mengetahu segala yang terjadi di lapangan khususnya di wilayah pedesaan yang dibina. Sekecil apapun peristiwa yang terjadi di desa, Babinsa harus mengetahuinya. Termasuk juga tugas Babinsa adalah untuk menggali dan menyampaikan informasi kepada komandan diatasnya, “ jelasnya kepada beraunews.com, Senin (27/6/2016).

Namun jumlah pedesaan yang ada di Indonesia, nyatanya tidak berbanding dengan jumlah Babinsa yang harus membina pedesaan tersebut. Khusus Kabupaten Berau, dikatakan Dandim, jumlah personil Babinsa yang ada paling kecil dibandingkan kabupaten dan kota lainnya, yakni hanya mencapai 51 persen dengan jumlah personil sekitar 147 orang yang sudah diakumulasikan dengan staf Kodim dan termasuk Dandim.

“Memang di Koramil kita sekarang keterbatasan personil, tetapi itu bukan hanya di sini saja, karena hampir setiap Kodim yang ada personilnya tidak mencapai 100 persen. Dari kebijakan Danrem, pemenuhan personil dikhususkan untuk wilayah perbatasan, seperti Nunukan dan Malinau. Itupun hanya mencapai 70 hingga 80 persen. Kemudian untuk Kodim yang lain diusahakan bertahap,” ungkapnya.

Keterbatasan personil tersebut, tidak jarang membuat kesulitan para anggota Babinsa dalam menangani pedesaan yang ada. Dari seluruh desa yang mencapai lebih dari 500 desa hanya ditangani oleh 147 Babinsa, sehingga personil terpaksa merangkap jabatan guna memenuhi kebutuhan pembinaan di pedesaan.

“Kekurangan personil ini memaksa kita untuk merangkap jabatan. Di Kodim sendiri, untuk memaksimalkan tenaga yang ada kita juga memfungsikan Bintara Lulusan Tata Usaha sebagai Babinsa. Untuk satu Babinsa bisa menangani 2 sampai 3 desa. Namun, kita tetap mengusulkan kepada Komandan atas agar kinerja yang ada saat ini bisa lebih maksimal dan lebih baik lagi. Untuk saat ini kami terus bekerja demi terciptanya kondisi aman bagi masyarakat dengan mengoptimalkan semua yang ada,” tandasnya.(mta)