Dandim Diperiksa Penyidik Polda Kaltim

 

TANJUNG REDEB – Penyidik Polda Kaltim datang ke Makodim 0902/TRD, Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 15.00 Wita sore tadi. Kedatangan dua orang penyidik tersebut guna melakukan pemeriksaan terhadap Dandim, Letkol CZI Slamet Santoso sebagai saksi.

Slamet mengatakan, dua penyidik Polda yang datang tersebut mengajukan beberapa pertanyaan terkait penangkapan warga asal Jogjakarta, Masri Jhoni (48), seorang anggota Badan Intelejen Negara (BIN) gadungan pada 11 Mei 2016 lalu.

“Ya memang sekitar pukul 15.30 Wita tadi ada dua penyidik dari Polda datang ke kantor. Mereka meminta keterangan terkait penangkapan Masri Jhoni yang saat itu masuk ke Kabupaten Berau sebagai anggota BIN Gadungan dengan pangkat Kolonel,” ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com.

Dalam pemeriksaan, Slamet menjelaskan asal mula penangkapan Masri Jhoni, sehingga ia bisa mengetahui pelaku merupakan BIN Gadungan. Selain itu, beberapa keterangan lain seperti identitas palsu dan senjata illegal yang dibawa oleh Masri.

“Pemeriksaan tadi tidak berlangsung lama, hanya sekitar 1 Jam. Penyidik juga menanyakan terkait identitas seperti kartu-kartu dan senjata api Ilegal milik pelaku,” tambahnya.

Dikatakan Slamet, beberapa tindakan yang ia lakukan terhadap pelaku juga menjadi salah satu pertanyaan yang dilayangkan penyidik.

“Saya jelaskan semua sesuai apa yang terjadi. Setelah kami amankan pelaku, saya langsung koordinasi dan atas perintah dari Kodam, maka pelaku segera saya kirim ke Kodam untuk ditindak lanjuti,” bebernya.

Untuk kelanjutan kasus tersebut, diperkirakan persidangan terhadap pelaku akan dilakukan di Kabupaten Berau.

“Kemungkinan sidang atas pelaku akan dilakukan disini (Berau-red) karena disini TKP (Tempat Kejadian Perkara-red) penangkapan pelaku,” pungkasnya.(dws/msz)