Aksi Nusantara Satu Juga Digelar di Talisayan

 

TALISAYAN – Aksi Nusantara Satu serentak yang digelar pada Rabu (30/11/2016) tidak hanya dilakukan di pusat Ibu Kota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb saja. Melainkan, aksi tersebut juga dilaksanakan di Kecamatan Talisayan. Kegiatan yang dilakukan disela-sela acara puncak buang nahas tersebut juga diikuti ratusan pengunjung yang datang.

Mewakili Dandim 0906/TRD, Lektol CZI Slamet Santoso, Danramil 0902-07/Talisayan, Kapten Inf. Max Madjadji berpesan, agar masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Talisayan dan sekitarnya selalu menjaga tali persatuan antar sesama masyarakat, khususnya di wilayah di pesisir selatan Berau. Disamping itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak terpancing dengan berbagai isu yang bisa mecah belah NKRI.

"Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi yang dapat berujung pada perpecahan. Ingat kita Bhineka Tunggal Ika, perbedaan menjadi semangat persatuan dalam membangun bangsa menjadi lebih kuat," ujarnya.

BACA JUGA : Apel Nusantara Bersatu, Jaga Persatuan dan Kesatuan Serta Kebhinekaan

Ia pun mengajak segenap masyarakat Talisayan maupun pengunjung yang hadir dalam pesta puncak buang nahas, untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan, serta mempererat semboyan Bhineka Tunggal Ika.

"Marilah kita pererat lagi tali silaturrahmi dan persatuan kita dalam menjaga NKRI tetap utuh," bebernya.

Dalam kesempatan itu juga, secara simbolis, Aksi Nusantara Satu tersebut ditandai dengan pemasangan ikat kepala warna merah putih sebagai simbol Bendera Indonesia oleh Kapten Inf. Max Madjadji kepada seluruh unsur Muspika Kecamatan Talisayan, Asisten III Setda Berau, Abdurrahman, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rohaini, pemangku Kasultanan Gunung Tabur, pemangku Kasultanan Sambaliung, para pelajar, dan tokoh pemuda.

Sementara itu, Plt Camat Talisayan, Husdiono mengatakan, Aksi Nusantara Satu ini merupakan momen penting, dimana warga dari berbagai suku hadir dan bersatu di bawah naungan Undang-Undang Dasar. Selai itu, dikatakannya, Bhineka Tunggal Ika wajib dipertahankan, dengan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga Talisayan, yang terdiri dari 10 kampung dengan keberagaman budaya, suku, dan agama untuk selalu menjaga kerukunan dan persatuan. Serta jangan mudah terpengaruh oleh isu yang sengaja disebarkan untuk memecah NKRI," pungkasnya.(Hendra Irawan)