Pastikan Tak Ada Kasus Narkoba “Masuk Angin”

TANJUNG REDEB – Serangan narkoba di Kabupaten Berau semakin mengkhawatirkan. Untuk memberikan efek jera dan bentuk komitmen memberantas narkoba, Kejaksaan Negeri Tanjung Redeb memberikan tuntutan setinggi-tingginya dan tak ada istilah “masuk angin” dalam penanganan kasus narkoba. Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Redeb, Rudi Hartawan Manurung melalui Kasi Pidum, Daud Zakaria.

Hal itu terbukti dengan tuntutan kepada pelaku narkoba yang dilimpahkah kepihaknya. Bahkan, upaya banding hingga kasasi terhadap salah satu kasus narkoba jenis ganja hingga kini masih terus berproses.

Menurut Daud, saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi menggarap kasus narkoba lainnya yang cukup fenomenal, mengingat barang bukti yang banyak, yakni sabu-sabu seberat 3 kilogram. Kasus ini merupakan kasus tangkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dibantu Polres Berau pada April 2016 lalu. Oleh BNN diserahkan ke Kejaksaan Agung, lalu diserahkan lagi ke Kejari Tanjung Redeb, mengingat Tempat Kejadian Perkara (TKP) terjadi di Berau.

“Kami terima hari Selasa dua minggu lalu, saat ini sedang diproses untuk pelimpahan ke pengadilan,” ungkapnya saat dihubungi melalui saluran selularnya, Sabtu (13/8/2016).

Ditanya apa tuntutan yang akan dikenakan kepada para pelaku, Daud belum berani menyebutkan, namun secara pribadi menginginkan tuntutan maksimal, yakni hukuman mati. Mengingat tingkat peredaran narkoba di Berau yang kian memprihatinkan, ditegaskan Daud, dibutuhkan komitmen bersama untuk mendukung gerakan pemberantasan Narkoba.

“Saya tidak berani main-main, ini masalah serius, makanya tuntutan kami selalu tinggi,” tambahnya.

Melihat sejumlah kasus narkoba yang diungkap di Berau, selama ini memang menunjukkan sikap tegas sebagai aplikasi komitmen kejaksaan dalam memerangi Narkoba. Tuntutan maksimal yang diberikan kepada para pelaku diharapkannya mendapat dukungan dan kesepahaman yang sama terhadap sesama penegak hukum.

“Semoga kasus narkoba limpahan dari Kejaksaan Agung ini bisa kami selesaikan dan menjadi perhatian bagi semua,” lanjutnya.

Setelah persiapan berkas, pihak kejaksaan menargetkan pelimpahan kasus ini kepada pengadilan bisa lebih cepat.

“Harapan kami setidaknya pekan depan sudah bisa dilimpahkan, kami upayaan bisa cepat,” pungkasnya.(msz)