JPU Ajukan Kasasi, Kasus Sopian Terdakwa Dugaan Cabuli Anak Kandung Terus Berjalan

 

TANJUNG REDEB – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb yang diketuai Ennierlia Arientowaty, yang membebaskan Sopian Hari (42) warga Jalan Gatot Subroto RT 5, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, lantaran diduga tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri SA (14). Kasasi di Mahkamah Agung bahkan sudah diajukan sejak tanggal 23 Maret 2018 lalu, dan saat ini proses kasasi sedang berlangsung.

“Jadi, kita tinggal menunggu keputusan kasasi dari Mahkamah Agung saja lagi, apakah menguatkan putusan sidang tingkat pertama di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, atau sebaliknya mengabulkan tuntutan kami,” ujar JPU Kejaksaan Negeri Berau, Nanang Prihanto saat dikonfirmasi beraunews.com, Senin (09/04/2018).

Terkait putusan Majelis Hakim, Nanang sebenarnya menyesalkan hingga hal itu terjadi. Pasalnya, majelis hakim menurut penilaian Nanang, hanya mempertimbangkan keterangan SA (14) selaku saksi korban, tanpa mempertimbangkan keterangan saksi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau maupun saksi-saksi lainnya, yang seluruhnya mengarahkan ke terdakwa Sopian Hari sebagai pelakunya. 

“Jadi, kami sangat sayangkan, tapi ya keputusannya seperti itu, kita hormati keputusan majelis. Hanya saja, sangat disayangkan keputusan majelis cuma berpegang pada satu saksi saja dalam hal ini SA yang mencabut BAP (Berita Acara Pemeriksaan-red) di dalam persidangan. Masih banyak pertimbangan lainnya, yang seluruhnya kami sampaikan pada memori kasasi yang kami ajukan ke Mahkamah Agung,” ungkapnya.

BACA JUGA : Pelaku Sesungguhnya Terungkap, Sopian Terdakwa Cabuli Anak Kandung Bebas Murni

Terkait keterangan P2TP2A, Nanang mengatakan, P2TP2A sebagai pihak yang mengobservasi dan melakukan wawancara terhadap SA, menyimpulkan jika SA dalam keadaan dilema, disatu sisi terdakwa adalah bapak kandungnya sendiri, tapi disisi lain, ketika dilaporkan, ekonomi keluarganya menjadi hancur.

Apalagi, SA menurut keyakinan pihaknya, diketahui sering membesuk Sopian Hari selama berada di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb. Artinya, tidak menutup kemungkinan SA mencabut BAP itu lantaran dipengaruhi terdakwa yang tak lain orang tua kandungnya sendiri. 

“SA itu anak kedua dari enam bersaudara, anak keenam masih bayi. Kondisi dilema yang melatarbelakangi pencabutan BAP ini, yang tidak dipertimbangkan majelis hakim. Tapi sekali lagi, kita hormati keputusan majelis hakim,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Andika Dhamasena memastikan, pihakanya akan menunggu hasil dari kasasi yang diajukan JPU.
 
“Kita tunggu saja hasil dan proses hukum di kasasi yang diajukan JPU seperti apa,” tandasnya singkat.

Untuk diketahui, Sopian Hari, pada 2 Agustus 2017 lalu diamankan Polres Berau setelah dilaporkan Iw (38), istrinya sendiri lantaran diduga tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri SA (14). Bahkan kala itu, Sopian Hari dikatakan sudah melakukan aksinya berulang kali sejak tahun 2015. Namun sejak 1 Maret 2018, Sopian Hari sudah kembali menghirup udara bebas stelah divonis bebas oleh Majelis Hakim.(NR Dewi/bnc)