Katanya WTS Sudah Dipulangkan, Kok Masih Puluhan Terjaring Rajia?

 

 

TANJUNG REDEB – Minggu (27/08/2017) malam sekitar pukul 22.00 Wita, aparat TNI, Polri, Polisi Militer serta Satpol PP melakukan rajia gabungan. Sasaran rajia gabungan ini adalah Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada di sekitar Jalan H.R.M Ayoeb dan Raja Alam I (kilo 5).

Razia gabungan tersebut guna mendata THM yang beroperasi, selain itu juga memantau keberadaan Wanita Tuna Susila (WTS) sekaligus mendata kelengkapan dokumen identitasnya. Alhasil, dari operasi tersebut sebanyak 20 WTS digelandang ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangannya.
 
Dari pantauan beraunews.com di lapangan, Diketahui, semua WTS adalah pendatang dan beberapa diantaranya baru menginjakkan kakinya di Berau. Karena itulah, tidak semuanya memiliki dokumen kependudukan lantaran tidak sempat mengurus di daerah asalnya.
 
"Mungkin saja mereka (WTS-red) ini juga tidak mengurus surat kepindahan dari daerah asalnya, makanya mereka juga tidak bisa mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) di sini," terangnya kepada beraunews.com.

 

Kasi Operasional Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Kabupaten Berau, Said Idrus membenarkan hal tersebut. Bahkan, Satpol PP sendiri sedang menggencarkan pendataan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, hal ini dilakukan guna pengendalian WTS.
 
“Kami sengaja melakukan giat razia ke THM ini guna melihat kondisi terkini keberadaan THM dan WTS yang dulu pernah ada kesepakatan antara pemlik THM, dimana jika THM-nya menyediakan WTS, maka dia bersedia untuk ditutup tempatnya,” ungkapnya.
 
Lantaran keterbatasan personel, dikatakan  Said, maka fokus utama rajia kali ini hanya THM yang berada di sekitar kilo lima saja.
 
"Selain itu juga agar operasi ini bisa berjalan maksimal, maka kami memfokuskan di satu titik terlebih dahulu," tutupnya.(*/bnc)
 
Wartawan: Rama Sihotang/Editor: Rita Amelia