Setelah EB Disandera, Ada Beberapa Wajib Pajak di Berau Dibidik

 

TARAKAN – Sepanjang Tahun 2017, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyandera (gijzeling) 46 penunggak pajak. Targetnya, ada 66 penunggak pajak akan dikejar tahun ini agar mereka segera membayar tunggakan pajaknya.

Teranyar, penunggak pajak yang disandera adalah EB (53) yang diketahui pengusaha batu bara di Berau. EB ditangkap Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara, Juli lalu. Setelah 16 jam di sandera di Lapas Kelas II Salemba, Jakarta Timur, EB membayar tunggakan pajaknya sebesar Rp2,3 miliar.
 
EB diketahui salah satu dari 10 orang pengemplang pajak diwilayah Kantor DJP Kalimantan Timur dan Utara, sebagaimana yang diumumkan Maret 2017 lalu. Tak tanggung-tanggung, selama 10 tahun terakhir, Kantor DJP Kaltimra mempunyai tunggakan piutang pajak yang nilainya mencapai Rp3 triliun.
 
Kepala Kanwil DJP Kaltimra, Samon Jaya bahkan menargetkan jajarannya tak segan melakukan tindakan gijzeling terhadap pengemplang pajak di seluruh wilayah Kaltimra yang mayoritas adalah pengusaha sektor batu bara, perkebunan sawit dan sektor bisnis lainnya
 
“Kalau masing-masing wilayah pajak Kaltimra menahan satu orang pengemplang pajak, setidaknya ada orang yang akan kami tahan,” tuturnya.
 
BACA JUGA : Disandera 16 Jam, EB Pengusaha di Berau Lunasi Pajak Rp2,3 M
 
Lalu, apakah dari 10 pengemplang pajak diwilayah Kantor DJP Kaltimra ada lagi pengusaha yang kegiatan usahanya berada di Berau? Ditanya seperti itu, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KKP) Pratama Tanjung Redeb, Immanuel Ambarita mengatakan, secara umum ada beberapa wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak di Kabupaten Berau, dengan tunggakan pajak yang cukup signifikan yang sampai saat ini masih terus dipantau pembayaran utang pajaknya.
 
“Nilai tunggakan pajak yang kami pantau secara khusus adalah senilai di atas Rp100 juta. Di Berau ada beberapa yang sedang kami pantau terus menerus,” ujarnya saat ditemui beraunews.com di KKP Pratama Tanjung Redeb di Kota Tarakan, belum lama ini.
 
Immanuel menambahkan, beberapa wajib pajak di Berau yang terus dipantau pihaknya itu, memang belum membayar sejumlah jenis pajak, antara lain Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sektor perkebunan, kehutanan, maupun sektor migas
 
"Untuk wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak signifikan tersebut, hingga saat ini, kami terus melakukan upaya persuasif berupa imbauan agar mereka segera melunasi utang pajaknya," katanya.
 
Disamping terus melakukan upaya persuasif, dikatakan Immanuel, pihaknya juga terus melakukan tindakan penagihan aktif sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan Perpajakan, seperti Surat Paksa, Penyitaan, Pemblokiran Rekening dan sebagainya.
 
“Harapannya, dalam waktu yang tidak terlalu lama utang pajak mereka dapat segera dibayar, sehingga tindakan gijzeling tidak perlu kami lakukan,” tandasnya.(*/bnc)