Sopir Lari ke Hutan, Truk dan Kayu Disita Dishut

 

TANJUNG REDEB – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimatan Timur berhasil mengamankan 81 batang kayu olahan di hutan lindung atau hutan desa Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, sekitar pukul 11.00 Wita, Selasa (11/07/2017) lalu. Selain kayu, tim juga mengamankan 1 unit truk dengan nomor polisi KT 1946 FC.

Kepala Seksi Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem UPTD Dishut Kaltim, Hamzah mengatakan, jika pengungkapan ini berawal dari operasi tim kesatuan pengelolaan Berau Barat di daerah hutan lindung atau hutan desa Dumaring. Saat tengah melakukan patroli, tim menemukan adanya aktivitas dua orang yang sedang memuat kayu.

"Kami temukan ada dua orang, tapi setelah melihat kedatangan tim, kedua orang tersebut yang diperkirakan sopir dan kernetnya tersebut kabur ke dalam hutan, tapi mereka sempat mengambil kunci truk," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (14/07/2017).

Dikatakannya, saat diperiksa ternyata truk tersebut bermuatan kayu jenis Ulin yang berukuran 2x20x400 sebanyak 8 batang, ukuran 4x12x400 sebanyak 23 batang dan ukuran 8x8x400 sebanyak 50 batang. Selanjutnya barang bukti beserta truk dibawa ke kantor UPTD di Jalan Pemuda Tanjung Redeb.

"Saat akan dibawa memang kita mengalami kesulitan, tapi ada beberapa warga yang membantu kami dan akhirnya truk tersebut bisa kita amankan," bebernya.

 

Lebih jauh Hamzah menceritakan, setelah menemukan truk, tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi temuan truk bermuatan kayu tersebut. Alhasil, tim menemukan pondok yang digunakan para pekerja kayu untuk beristirahat.

"Tim langsung membakar pondok tersebut karena khawatir mereka akan melakukan aksi yang sama di lokasi tersebut," bebernya.

Dikatakannya, hingga saat ini tim tidak menemukan siapa pemilik kendaraan tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari siapa pelaku atau pemilik kendaraan dan kayu tersebut. Pasalnya, pelaku jelas melanggar karena melakukan pembajakan hutan lindung atau hutan desa.

"Nanti akan kita koordinasikan, jika tidak ada yang mengakui barang ini, maka barang bukti akan kita lelang, tapi saat ini kasus masih kami tangani dan ke depannya akan kita koordinasikan dengan pihak kepolisian," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia

Share